Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 Juni 2023 | 17.00 WIB

Visa Jemaah Kuota Tambahan Dikebut, Pemerintah Nego Perpanjangan Waktu Pemberangkatan Haji

SELEPAS MAGRIB: Jemaah menunggu waktu salat Isya di area luar Masjidilharam pada Rabu (14/6) malam. - Image

SELEPAS MAGRIB: Jemaah menunggu waktu salat Isya di area luar Masjidilharam pada Rabu (14/6) malam.

Laporan dari Makkah: Eko Priyono-Abdi D. Noor

JawaPos.com – Pemerintah Indonesia tengah mengupayakan negosiasi dengan Arab Saudi agar diberi waktu lebih untuk mendaratkan jemaah haji di Tanah Suci. Hal itu dilakukan guna mengoptimalkan kuota tambahan. Sebagaimana diketahui, Indonesia mendapat kuota tambahan dari Saudi sebanyak 8 ribu.

Pemerintah berharap perpanjangan diberikan selama dua hari pada 23–24 Juni 2023. ”Layanan penerbangan haji terakhir operasional itu 22 Juni 2023,” ujar Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Hilman Latief di Media Center Haji, Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, kemarin (15/6).

”Artinya, pada 22 Juni 2023 itu hampir semua pesawat charter dari seluruh dunia terakhir masuk di Arab Saudi,” imbuhnya.

Sejauh ini, kata Hilman, pelunasan kuota haji reguler sepenuhnya sudah selesai. Karena itu, saat ini Kemenag menyelesaikan proses persiapan pemberangkatan jemaah haji kuota tambahan. Bahkan, sejak kemarin jemaah kuota tambahan mulai ada yang diberangkatkan.

”Dan saat ini insya Allah kita juga sedang memenuhi langkah untuk pemenuhan pelunasan kuota sisa dari kuota tambahan itu. Kita berupaya seoptimal mungkin agar pemenuhan kuota itu bisa kita lakukan,” ungkapnya.

Menurut Hilman, pemenuhan kuota bukan hanya masalah pembayaran. Tetapi juga berkaitan dengan kesiapan jemaah untuk berangkat dalam waktu yang sudah mepet. Untuk pembayaran, terang dia, banyak jemaah yang bersedia.

Hal lainnya adalah kesiapan infrastruktur. Termasuk layanan penerbangan. Kapasitas pesawat yang membawa jemaah kuota tambahan memang relatif lebih kecil, yakni kurang dari 400 seat per pesawat. ”Sehingga tentu jumlah kloternya juga bertambah atau lebih banyak dari yang kuota jemaah reguler. Secara keseluruhan, perubahan-perubahan kloter dan kuota tambahan itu menjadi sekitar 32 kloter,” terangnya.

Karena itu, pihaknya terus berupaya memitigasi agar tidak sampai terjadi perubahan-perubahan kloter. Mengingat saat ini waktu pemberangkatan sudah mepet. Saat ini pihaknya juga bekerja maksimal untuk melakukan proses administrasi lebih cepat, khususnya soal visa, agar jemaah kuota tambahan bisa diberangkatkan tepat waktu.

”Tapi, kita juga sedang berupaya negosiasi dengan pemerintah Arab Saudi dan mudah-mudahan mendapatkan izin agar masih bisa mendaratkan pesawat pada 23–24 Juni 2023,” katanya.

Sementara itu, Kemenag terus menyiapkan layanan akomodasi untuk jemaah kuota tambahan. Salah satunya menyewa Hotel Front Taiba sebagai lokasi menginap. Kemarin, kloter tambahan yang tiba di Saudi adalah kloter BPN-21 dari embarkasi Balikpapan.

Sekretaris Daker Madinah Abdullah menjelaskan, sudah ada jemaah kuota tambahan yang mendarat di Madinah, seperti halnya rombongan jemaah gelombang pertama. ’’Mereka melewati Madinah, akan menempati Hotel Front Taiba di Madinah,’’ katanya kemarin.

Setelah menginap semalam, mereka diberangkatkan ke Makkah. Rombongan jemaah kuota tambahan itu melakukan ibadah arbain setelah rangkaian haji selesai. Jadi, mereka akan kembali lagi ke Madinah. (gih/wan/c9/c18/fal)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore