
LINTAS NEGARA: Jemaah haji bergiliran naik bus di Terminal Bab Ali, Makkah, dengan dibantu petugas.
Laporan dari Makkah: Eko Priyono-Abdi D. Noor
JawaPos.com – Misi penerbangan jemaah haji tinggal sepekan lagi. Tepat pada 22 Juni pekan depan, berlangsung pemberangkatan terakhir jemaah dari tanah air menuju ke Makkah. Kementerian Agama (Kemenag) sudah menyiapkan skema pergerakan jemaah menuju ke Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kemenag Subhan Cholid menyebutkan, sampai 13 Juni tercatat sudah ada 140.669 jemaah haji yang tiba di Makkah. Mereka tergabung dalam 370 kloter.
Pada puncak haji nanti, para jemaah dari Makkah diberangkatkan menuju Arafah. Selanjutnya, mereka menuju ke Muzdalifah, lalu ke Mina. "Kami telah membentuk sebuah struktur organisasi yang kami sebut Satop atau satuan operasional Armina," kata Subhan setelah memimpin rapat di Jeddah kemarin (14/6).
Dia lantas memerinci sejumlah layanan yang bakal diterima jemaah di tiga titik tersebut. Selama berada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, jemaah akan mendapatkan layanan katering 16 kali. Layanan katering disiapkan setiap pengelola maktab. Jemaah haji Indonesia akan menempati 70 unit maktab.
Untuk di Mina, Subhan menyampaikan, disiapkan tim khusus, yaitu tim Jamarat. Tim ini bertugas membantu kelancaran arus jemaah dari tenda di Mina menuju ke lokasi melempar jumrah atau Jamarat.
Subhan mengungkapkan, pemerintah Saudi menyiapkan dua rute perjalanan jemaah haji Indonesia dari tenda ke Jamarat. ’’Yaitu, jalur atas dan jalur bawah,’’ katanya.
Untuk setiap jalur tersebut, ditempatkan petugas di lima titik sehingga bisa mengawal kelancaran pergerakan jemaah menuju dan pulang dari melempar jumrah. Diharapkan, jemaah haji Indonesia mengikuti arahan petugas haji saat akan menuju ke Jamarat. Tujuannya, mencegah papasan dengan jemaah dari negara lain.
Subhan menuturkan, saat prosesi di Mina nanti, jemaah haji lansia diharapkan tetap tinggal di tenda saja. Proses lempar jumrah bisa diwakilkan kepada jemaah lainnya. ’’Ini sah,’’ tegasnya.
Dia menjelaskan, perjalanan pergi pulang dari tenda ke Jamarat butuh stamina ekstra. Jarak terdekat tenda jemaah haji Indonesia di Mina dengan Jamarat, ungkap Subhan, adalah 3 km. ’’Kalau pulang pergi jadi 6 km,’’ katanya.
Sementara itu, jarak terjauh tenda jemaah haji Indonesia dengan Jamarat mencapai 7 km. Total jarak pergi pulang mencapai 14 km.
Di Jakarta, Kemenag mengimbau jemaah untuk memilih waktu yang tepat beribadah di Masjidilharam. Pesan tersebut disampaikan Juru Bicara PPIH Pusat Akhmad Fauzin di Asrama Haji Pondok Gede kemarin. Dia menjelaskan, rute bus salawat Jamarat–Mahbas Jin–Terminal Bab Ali tidak hanya digunakan jemaah haji Indonesia. Jangan kaget jika di Terminal Bab Ali banyak jemaah dari negara lain.
’’Untuk menghindari kepadatan (di Terminal Bab Ali), jemaah dapat berangkat satu jam sebelum waktu salat atau azan,’’ ujarnya. Kemudian, saat pulang, jemaah bisa menunggu sekitar satu sampai dua jam saat kondisi terminal mulai lengang.
Pada bagian lain, Menag Yaqut Cholil Qoumas menerima kunjungan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal bin Abdullah di kantornya kemarin. Pada kunjungan itu, Yaqut dan Dubes Faisal saling mengapresiasi layanan haji yang disiapkan setiap pihak.
Dubes Faisal menuturkan, upaya pemerintah dalam penyelenggaraan haji tahun ini patut diapresiasi. Sampai saat ini, semuanya relatif berjalan lancar. (wan/c14/oni)

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
