Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 15 Juni 2023 | 18.00 WIB

Saudi Siapkan Dua Akses untuk Lempar Jumrah, Jemaah Lansia Diimbau Tetap Berada di Tenda

LINTAS NEGARA: Jemaah haji bergiliran naik bus di Terminal Bab Ali, Makkah, dengan dibantu petugas. - Image

LINTAS NEGARA: Jemaah haji bergiliran naik bus di Terminal Bab Ali, Makkah, dengan dibantu petugas.

Laporan dari Makkah: Eko Priyono-Abdi D. Noor

JawaPos.com – Misi penerbangan jemaah haji tinggal sepekan lagi. Tepat pada 22 Juni pekan depan, berlangsung pemberangkatan terakhir jemaah dari tanah air menuju ke Makkah. Kementerian Agama (Kemenag) sudah menyiapkan skema pergerakan jemaah menuju ke Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kemenag Subhan Cholid menyebutkan, sampai 13 Juni tercatat sudah ada 140.669 jemaah haji yang tiba di Makkah. Mereka tergabung dalam 370 kloter.

Pada puncak haji nanti, para jemaah dari Makkah diberangkatkan menuju Arafah. Selanjutnya, mereka menuju ke Muzdalifah, lalu ke Mina. "Kami telah membentuk sebuah struktur organisasi yang kami sebut Satop atau satuan operasional Armina," kata Subhan setelah memimpin rapat di Jeddah kemarin (14/6).

Dia lantas memerinci sejumlah layanan yang bakal diterima jemaah di tiga titik tersebut. Selama berada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, jemaah akan mendapatkan layanan katering 16 kali. Layanan katering disiapkan setiap pengelola maktab. Jemaah haji Indonesia akan menempati 70 unit maktab.

Untuk di Mina, Subhan menyampaikan, disiapkan tim khusus, yaitu tim Jamarat. Tim ini bertugas membantu kelancaran arus jemaah dari tenda di Mina menuju ke lokasi melempar jumrah atau Jamarat.

Subhan mengungkapkan, pemerintah Saudi menyiapkan dua rute perjalanan jemaah haji Indonesia dari tenda ke Jamarat. ’’Yaitu, jalur atas dan jalur bawah,’’ katanya.

Untuk setiap jalur tersebut, ditempatkan petugas di lima titik sehingga bisa mengawal kelancaran pergerakan jemaah menuju dan pulang dari melempar jumrah. Diharapkan, jemaah haji Indonesia mengikuti arahan petugas haji saat akan menuju ke Jamarat. Tujuannya, mencegah papasan dengan jemaah dari negara lain.

Subhan menuturkan, saat prosesi di Mina nanti, jemaah haji lansia diharapkan tetap tinggal di tenda saja. Proses lempar jumrah bisa diwakilkan kepada jemaah lainnya. ’’Ini sah,’’ tegasnya.

Dia menjelaskan, perjalanan pergi pulang dari tenda ke Jamarat butuh stamina ekstra. Jarak terdekat tenda jemaah haji Indonesia di Mina dengan Jamarat, ungkap Subhan, adalah 3 km. ’’Kalau pulang pergi jadi 6 km,’’ katanya.

Sementara itu, jarak terjauh tenda jemaah haji Indonesia dengan Jamarat mencapai 7 km. Total jarak pergi pulang mencapai 14 km.

Di Jakarta, Kemenag mengimbau jemaah untuk memilih waktu yang tepat beribadah di Masjidilharam. Pesan tersebut disampaikan Juru Bicara PPIH Pusat Akhmad Fauzin di Asrama Haji Pondok Gede kemarin. Dia menjelaskan, rute bus salawat Jamarat–Mahbas Jin–Terminal Bab Ali tidak hanya digunakan jemaah haji Indonesia. Jangan kaget jika di Terminal Bab Ali banyak jemaah dari negara lain.

’’Untuk menghindari kepadatan (di Terminal Bab Ali), jemaah dapat berangkat satu jam sebelum waktu salat atau azan,’’ ujarnya. Kemudian, saat pulang, jemaah bisa menunggu sekitar satu sampai dua jam saat kondisi terminal mulai lengang.

Pada bagian lain, Menag Yaqut Cholil Qoumas menerima kunjungan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal bin Abdullah di kantornya kemarin. Pada kunjungan itu, Yaqut dan Dubes Faisal saling mengapresiasi layanan haji yang disiapkan setiap pihak.

Dubes Faisal menuturkan, upaya pemerintah dalam penyelenggaraan haji tahun ini patut diapresiasi. Sampai saat ini, semuanya relatif berjalan lancar. (wan/c14/oni)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore