Jamah haji tiba di Tanah Air. Dipta Wahyu/JawaPos
JawaPos.com - Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Hilman Latief mengatakan jamaah calon haji yang sudah tidak memungkinkan lagi berangkat ke Tanah Suci bisa melimpahkannya ke ahli waris.
"Kalau yang bersangkutan merasa bahwa saya tidak akan berangkat dan tidak mungkin berangkat, mereka bisa ajukan pelimpahan," ujar Hilman di Jakarta, Rabu, (1/11).
Hilman mengatakan, pelimpahan itu hanya bisa dilakukan oleh calon peserta haji yang memiliki komorbid berat atau sakit permanen.
"Ketentuan mengatur bahwa pelimpahan bisa diberikan kepada ahli waris yang ada pertalian darah," kata Hilman.
Pemeriksaan kesehatan akan menjadi salah satu syarat pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih). Jika sebelumnya calon peserta haji melakukan pelunasan terlebih dahulu kemudian tes kesehatan, maka untuk penyelenggaraan 2024 kondisinya terbalik.
Rencananya untuk pemeriksaan kesehatan awal dilakukan pada November 2023. Apabila jamaah dianggap memenuhi syarat istithaah kesehatan, mereka diminta untuk menjaga kesehatan hingga nanti proses pelunasan dibuka. Namun apabila jamaah yang dalam proses pemeriksaan kesehatan dianggap sakit, mereka diberi waktu untuk melakukan pemulihan.
"Tapi jika hingga jelang proses pelunasan masih tidak memungkinkan berangkat pada tahun ini, mereka bisa mengundurkan keberangkatannya pada tahun depan. Termasuk jika saat pemeriksaan kesehatan pada tahun ini sakit, tidak harus dipaksakan. Bisa berangkat tahun berikutnya," kata dia.
Adapun yang terkait pelimpahan adalah bagi mereka yang sudah benar-benar tidak memungkinkan bepergian, termasuk ke Tanah Suci, atau memiliki komorbid berat.
Sebelumnya, Kementerian Agama sudah menyusun data jamaah calon haji yang akan masuk dalam antrean pemberangkatan haji 1445 Hijriah/2024 Masehi.
Hilman mengatakan data jamaah berangkat itu akan disampaikan ke kantor wilayah Kemenag provinsi agar menjadi panduan. Jamaah juga sudah bisa melihat perkiraan keberangkatannya melalui Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat).
Jamaah calon haji yang masuk dalam daftar berangkat bisa mempersiapkan diri untuk melakukan tes pemeriksaan kesehatan. Adapun untuk biaya dan lokasi masih akan didiskusikan dengan Kemenkes dan BPJS Kesehatan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
