Ribuan jemaah haji, termasuk jemaah haji dari Indonesia sempat tertahan selama berjam-jam di Muzdalifah
JawaPos.com – Musim Haji 2023 akan segera berlalu. Tidak sedikit jemaah haji Indonesia yang meninggal di Makkah dan Madinah. Kementerian agama (Kemenag) menyebutkan, banyak jamaah yang tetap memaksa untuk berangkat meski sedang sakit, karena meninggal di tanah suci termasuk doa yang disunnahkan oleh ulama saat sedang berhaji.
Diketahui, meninggal di tanah suci disunnahkan oleh Rasulullah SAW karena membawa kemuliaan dan syafaat, karena mati dalam keadaan syahid. Dapat dipastikan, mati dalam keadaan syahid merupakan cita-cita semua umat muslim, lebih-lebih meninggal saat melakukan ibadah haji.
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam Hadits riwayat Ahmad dan Tirmidzi:
مَنْ اسْتَطَاعَ أَنْ يَمُوتَ بِالْمَدِينَةِ فَلْيَمُتْ بِهَا فَإِنِّي أَشْفَعُ لِمَنْ يَمُوتُ بِهَا
“Barangsiapa yang ingin mati di Madinah, maka matilah disana. Sesungguhnya aku akan memberi syafaat bagi orang yang mati disana,” (HR. Ahmad dan Tirmidzi).
Namun, berdoa dan berharap agar meninggal di tanah suci bukan berarti meninggal dunia dengan sengaja, seperti dengan menyakiti diri sendiri, sengaja jatuh sakit, bahkan bunuh diri. Kematian yang dimuliakan oleh Allah SWT adalah kematian yang sesuai dengan takdir Allah SWT saat melakukan ibadah haji.
Sebagai umat muslim, meninggal dunia dalam keadaan syahid adalah hal yang mulia dan dicita-citakan. Maka dari itu, tidak sedikit yang mantap berangkat meski sedang tidak enak badan. Ini sejalan dengan Hadits riwayat Abu Ya'la yang berbunyi:
من خرج حاجا فمات كتب له أجر الحاج إلى يوم القيامة ومن خرج معتمرا فمات كتب له أجر المعتمر إلى يوم القيامة ومن خرج غازيا فمات كتب له أجر الغازي إلى يوم القيامة
"Barangsiapa keluar untuk berhaji lalu meninggal dunia, maka dituliskan untuknya pahala haji hingga hari kiamat. Barangsiapa keluar untuk umrah lalu meninggal dunia, maka ditulis untuknya pahala umrah hingga hari kiamat. Dan barangsiapa keluar untuk berjihad lalu mati maka ditulis untuknya pahala jihad hingga hari kiamat,” (HR Abu Ya'la).
Dengan demikian, sebaik-baiknya seorang muslim atau muslimah adalah Ia yang mati dalam keadaan syahid. Karena kemuliaan saat mati syahid sangat besar.
Diketahui, proses pemulangan jemaah haji dari Arab Saudi ke Indonesia tengah berjalan. Sampai dengan 10 Juli 2023 24.00 WIB, jemaah gelombang I yang telah tiba di Tanah Air berjumlah 42.605 orang yang tergabung dalam 111 kelompok terbang.
“Tanggal 11 Juli 2023 jemaah gelombang I yang diberangkatkan ke Tanah Air dari Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah berjumlah 7.299 jemaah atau 19 kloter,” kata Koordinator Media Center Haji (MCH) PPIH Pusat Dodo Murtado.
Sedangkan rencana keberangkatan jemaah dan petugas dari Arab ke ke Indonesia hari ini, 12 Juli 2023 berjumlah 6.635 orang atau 17 kloter.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
