
Ilustrasi: Smartphone BlackBerry yang dikabarkan siap bangkit kembali kini akhirnya tamat. (DigiStatement).
JawaPos.com - Sebuah fenomena unik terjadi di kalangan generasi Z: mereka kembali menggunakan BlackBerry. Ponsel yang dulu identik dengan era BBM itu kini dianggap sebagai alternatif sehat dari smartphone modern, sekaligus bagian dari gaya hidup digital minimalism.
Menurut laporan LifeWire, pencarian BlackBerry di eBay meningkat lebih dari 10 persen, dengan rata-rata 5.000 pencarian per hari secara global. Lonjakan ini sejalan dengan tren ponsel retro yang makin populer, terutama di kalangan anak muda yang ingin mengurangi kecanduan layar dan distraksi media sosial.
Bagi Gen Z, BlackBerry bukan sekadar nostalgia. Keyboard QWERTY, lampu LED notifikasi khas, dan desain sederhana memberi pengalaman berbeda dibanding smartphone layar sentuh modern.
Daya tarik BlackBerry terletak pada kemampuannya menghadirkan fokus dan memperlambat ritme hidup, sesuatu yang sulit dicapai dengan gempuran notifikasi di iPhone maupun Android.
Fenomena ini juga ramai di TikTok. Tagar #blackberry sudah dipakai ratusan ribu kali, menampilkan koleksi ponsel jadul hingga konten unboxing BlackBerry bekas. Banyak pengguna muda mengaku merasa lebih tenang setelah meninggalkan smartphone utama mereka.
New York Post bahkan menyebut tren ini sebagai bentuk “social media detox” yang sedang naik daun di kalangan Gen Z (nypost).
Di Indonesia, tren serupa mulai terlihat. Sejumlah marketplace mencatat meningkatnya minat pada BlackBerry lawas, terutama tipe Curve dan Bold yang populer di era 2000-an.
Gen Z menyebut ponsel ini bukan hanya alat komunikasi, tapi juga simbol gaya hidup berbeda: lebih sederhana, lebih fokus, dan lebih nyata.
Kembalinya BlackBerry di tangan Gen Z menunjukkan bahwa teknologi lama bisa menemukan makna baru di era modern. Bagi sebagian orang, ponsel ini memang sekadar perangkat retro, tapi bagi generasi muda ia menjadi simbol perlawanan terhadap distraksi digital.
Dalam dunia yang serba cepat, BlackBerry justru menghadirkan pesan sederhana: terkadang, hidup lebih baik bila berjalan pelan. Menarik untuk dicoba.

Prediksi Skor Afrika Selatan vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Penentu Les Rouges Lolos 16 Besar
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
