
Smartphone Samsung masih jadi raja di pasar Indonesia.
JawaPos.com - International Data Corporation’s (IDC) melalui laporan rutin bertajuk Worldwide Quarterly Mobile Phone Tracker menyebut kalau lasar ponsel pintar atau smartphone di Indonesia mengalami penurunan. Menurut IDC, penurunan bahkan terjadi selama delapan kuartal berturut-turut.
Adopsi perangkat 5G juga dikatakan masih lambat. Hasilnya, pangsa pasar ponsel pintar 4G kembali naik menjadi 86 persen dari 82 persen pada kuartal sebelumnya dan ponsel pintar 5G turun sebesar 4,3 persen YoY untuk pertama kalinya sejak kemunculannya pada tahun 2020.
Sementara itu, dijelaskan oleh Vanessa Aurelia, Associate Market Analyst di IDC Indonesia, ponsel pintar dengan harga lebih tinggi di segmen di atas USD 600 atau berkisar Rp 9 jutaan lebih justru tumbuh 71 persen YoY, karena Samsung dan Apple bertarung sengit di segmen tersebut.
“Adopsi ponsel 5G berjalan lambat karena adanya tantangan baik dari sisi permintaan maupun pasokan. Pangsa smartphone 5G masih sangat kecil dibandingkan smartphone 4G," jelas Vanessa melalui laporan resminya yang diterima JawaPos.com.
Dia menambahkan, meskipun harga ponsel 5G sudah lebih terjangkau, perangkat 4G sering kali memiliki spesifikasi yang jauh lebih baik dengan harga yang serupa. "Karena konektivitas 5G masih terbatas pada area tertentu saja, fitur 5G belum cukup memberikan daya tarik bagi calon konsumen baru,” imbuh Vanessa.
Bicara peta persaingan, IDC juga merilis posisi lima besar (Top 5) merek ponsel yang menguasai pangsa pasar (market share) di Indonesia. Peringkat pertama masih dipegang oleh Samsung yang menguasai pangsa pasar (market share) kuartal kedua (Q2) 2023 dengan persentase 20,8 persen dan pengiriman sebanyak 1,9 juta unit.
Berikutnya di posisi kedua ditempati oleh Oppo. Vendor asal Tiongkok ini meraih pangsa pasar 17,6% atau 1,6 juta unit. Kendati berada di posisi kedua, hasil Oppo ini tidak sesuai tren pasar di kuartal yang sama di tahun sebelumnya karena saat itu Oppo sukses mengirimkan 2 juta unit smartphone.
Ketiga dan keempat ada Vivo dan Xiaomi, dengan masing-masing persentase pangsa pasarnya 16,5 persen dan 14,7 persen. Sementara untuk posisi kelima ada wajah baru yakni Grup Transsion.
Bagi yang belum tahu, Grup Transsion merupakan jenama yang menaungi merek Infinix, Tecno dan Itel. Transsion, versi IDC dilaporkan berhasil memperoleh pangsa pasar 13,4 persen dengan total 1,2 juta pengiriman di kuartal kedua ini.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
