Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 17 September 2018 | 16.58 WIB

Bisnis Smartphone Loyo, Lenovo Enggan Menyerah

CEO Lenovo Yang Yuanqing. - Image

CEO Lenovo Yang Yuanqing.

JawaPos.com – Eksistensi Lenovo di pasar smartphone Indonesia tampaknya mulai meredup. Bukan tanpa sebab, gempuran ponsel kompetitor senegaranya, Tiongkok, terus membanjiri pasar tanah air.


Namun, hal tersebut rupanya tidak membuat Lenovo kewalahan. Lenovo memastikan tetap akan beradu kuat dengan pabrikan smartphone lainnya, meski banyak bermunculan merk baru yang kian menggerus nama Lenovo untuk produk smartphone.


Untuk pasar laptop di tanah air sendiri, Lenovo sangat kompetitif. Namun hal yang sama tidak berlaku untuk smartphone Lenovo. Perusahaan juga telah mengakuisisi bisnis seluler Motorola yang berhasil meluncurkan beberapa model yang cukup kompetitif dan menarik.


Sebagaimana JawaPos.com kutip dari laman GizChina, Senin (17/9), Lenovo memiliki segudang pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk memperbaiki citranya di bisnis smartphone. Kendati telah diatur ulang dan disesuaikan berkali-kali (strategi bisnisnya), tetapi hasilnya tetap kontraproduktif.


Pada konferensi Lenovo Transform 2.0 yang diadakan di Amerika Serikat, CEO Lenovo Yang Yuanqing berbicara tentang masa depan bisnis seluler Lenovo. Yuanqing mengatakan, bisnis seluler Lenovo saat ini menghasilkan uang, tetapi ada ruang untuk pengembangan yang juga membutuhkan banyak uang.


“Apa yang lebih penting, jika Lenovo tidak memiliki platform untuk mengembangkan perangkat komputasi dan perangkat komunikasi, akan sangat sulit untuk mengatasi kebutuhan perangkat IoT cerdas di masa mendatang,” ujar Yuanqing.


Menurutnya, cadangan teknis dari kedua aspek ini diperlukan. Sayangnya, integrasi dengan Motorola agak membuat Lenovo cemas. Yuanqing menyebut bahwa membeli bisnis berarti membeli kemampuan, juga membantu perusahaan tumbuh lebih cepat.


“Namun sebenarnya, kemampuan ini hanya berlaku untuk beberapa pasar saja. Ada banyak pasar, di mana kemampuan ini tidak dapat digunakan sama sekali. Jika mereka terburu-buru menggunakan kemampuan ini untuk berkembang dan berkembang dengan cepat, itu bisa menjadi kontraproduktif. Jadi mereka harus membayar uang lebih,” jelasnya demikian.


Terakhir, dia menyebutkan bahwa meskipun bisnis ponsel cerdas Lenovo masih belum begitu kuat, mereka tidak akan menyerah. Dirinya sesumbar bahwa teknologi 5G yang akan datang adalah momen yang tepat.


Untuk pasar smartphone tanah air sendiri, nama Lenovo agaknya mulai loyo. Lenovo bisa disebut habis dihajar dan kalah termakan oleh brand-brand lainnya. Baik yang baru maupun pemain lama seperti Samsung, iPhone dari Apple, dan sebagainya. Bahkan terakhir beredar kabar bahwa Lenovo berencana hengkang di bisnis smartphone-nya di tanah air karena kalah bersaing.

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore