
Ilustrasi: Perangkat Chromebook. (ZDNet)
JawaPos.com - Bayang-bayang kasus dugaan korupsi pengadaan laptop pendidikan yang menyeret nama mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim membuat satu topik lama kembali mengemuka ke ruang publik.
Mengapa negara memilih Chromebook, bukan laptop Windows konvensional, untuk siswa sekolah?
Perbandingan antara Chromebook dan laptop Windows menjadi relevan, bahkan krusial. Banyak masyarakat yang mencari tahu perbandingan keduanya.
Chromebook dan laptop Windows sejatinya lahir dari filosofi penggunaan yang sangat berbeda.
Chromebook berjalan dengan Chrome OS, sistem operasi buatan Google yang dirancang ringan, sederhana, dan berorientasi pada komputasi berbasis internet.
Hampir seluruh aktivitas pengguna, mengetik, menyimpan dokumen, hingga kolaborasi, diasumsikan berlangsung secara daring.
Sebaliknya, laptop Windows menggunakan Windows OS besutan Microsoft yang sejak awal dirancang sebagai sistem operasi serba bisa.
Windows mendukung aplikasi desktop penuh, penyimpanan lokal besar, serta pemrosesan data yang tidak selalu bergantung pada koneksi internet.
Perbedaan mendasar inilah yang kemudian menjadi sorotan dalam konteks pengadaan laptop pendidikan. Demikian mengutip Acer.
Dari sisi desain, Chromebook memang menawarkan banyak hal yang tampak ideal untuk dunia pendidikan.
Bobotnya ringan, waktu booting sangat cepat, dan daya tahan baterainya bisa mencapai 10 hingga 12 jam. Harga unitnya relatif lebih murah dibanding laptop Windows dengan spesifikasi serupa.
Keamanan juga menjadi nilai jual utama. Chrome OS memiliki sistem update otomatis, sandboxing, dan risiko virus yang rendah, sehingga sekolah tidak perlu repot mengelola antivirus tambahan.
Namun, efisiensi tersebut datang dengan konsekuensi. Penyimpanan internal Chromebook sangat terbatas, umumnya hanya 32–128 GB, karena sistemnya dirancang mengandalkan cloud.
Aplikasi yang bisa dijalankan sebagian besar berbasis web atau aplikasi Android, sementara software desktop berat hampir tidak bisa digunakan secara optimal.
Yang paling krusial, Chromebook sangat bergantung pada koneksi internet yang stabil. Di wilayah dengan akses internet terbatas, perangkat ini berpotensi kehilangan sebagian besar fungsinya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
