
Menkom Digi Meutya Hafid menjelaskan beberapa langkah yang sudah dilakukan dalam pemberantasan judi online. (Kemenko Polkam)
JawaPos.com – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menjadikan perlindungan anak di dunia digital sebagai salah satu fokus utama dalam menciptakan ekosistem internet yang lebih aman dan bertanggung jawab. Saat ini, pemerintah tengah melakukan diskusi dengan para akademisi dan pakar untuk menentukan batas usia yang tepat bagi anak-anak dalam mengakses platform digital.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menegaskan bahwa kebijakan ini dirancang agar memberikan dampak positif bagi masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah menggandeng para ahli yang memahami tumbuh kembang anak untuk memastikan regulasi yang tepat sasaran.
"Kami ingin aturan ini benar-benar berdampak positif. Karena itu, kami menggandeng para ahli yang memahami tumbuh kembang anak agar kebijakan ini tepat sasaran," kata Meutya di Jakarta, Minggu (9/2).
Komdigi juga tidak hanya berdiskusi dengan akademisi, tetapi juga menjalin komunikasi dengan platform digital guna memastikan regulasi dapat diimplementasikan dengan baik. Dalam waktu 1-2 bulan ke depan, pemerintah akan mengadakan diskusi intensif dengan sejumlah platform untuk mencari solusi terbaik.
"Ini bukan soal membatasi akses, tetapi bagaimana kita menciptakan ruang digital yang lebih sehat dan berkualitas bagi masyarakat Indonesia," tambahnya.
Meutya menegaskan bahwa pemerintah terus berkomitmen untuk menciptakan ekosistem digital yang lebih inklusif, memberdayakan, dan terpercaya. Selain aturan batas usia anak-anak dalam mengakses platform digital, Komdigi juga sedang menyiapkan beberapa regulasi penting lainnya yang akan segera diluncurkan.
Pemerintah akan segera memperkenalkan PP Perlindungan Digital Anak, yang bertujuan untuk memastikan keselamatan anak dalam dunia digital. Selain itu, regulasi SAMAN (Sistem Kepatuhan Moderasi Konten) dan Publisher Rights juga akan diterapkan guna memastikan pengoperasian platform digital lebih bertanggung jawab.
"Kami ingin memastikan ruang digital yang sehat dan produktif bagi semua, terutama generasi muda," ungkap Meutya.
Langkah ini diambil untuk menciptakan keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan perlindungan hak warga negara. Regulasi ini bukan bertujuan untuk membatasi, melainkan memastikan bahwa platform digital beroperasi dengan standar keamanan yang lebih baik bagi pengguna, terutama anak-anak.
"Negara-negara lain sudah lebih dulu memiliki regulasi ketat terhadap platform digital, dan Indonesia tidak akan ketinggalan. Kami ingin memastikan bahwa semua pihak, termasuk platform global, mematuhi aturan yang berlaku di Indonesia," tutupnya.
Dengan regulasi baru yang sedang disusun, diharapkan ruang digital di Indonesia dapat lebih aman, inklusif, dan ramah bagi anak-anak serta generasi muda.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
