Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: Djati Waluyo
Selasa, 3 November 2026 | 14.57 WIB

IHSG Diproyeksi Menguat pada 3 November, Ini 4 Saham Pilihan MNC Sekuritas

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/10/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/10/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan kembali menguat pada perdagangan Selasa (3/11), setelah ditutup menguat sebesar 0,79 persen ke level 5,098 pada perdagangan Senin (2/11).

MNC Sekuritas dalam risetnya memperkirakan IHSG masih berada pada bagian dari wave (iv) dari wave [v] pada label hitam, sehingga berpeluang menguat menuju 5,456–5,564. 

Namun, IHSG juga berpotensi berbalik koreksi pada wave (v) dari wave [v] menuju 4,763-4,845 bila menembus 4,907. Adapun, posisi support IHSG saat ini berada di rentang 5,012 - 4,907 sedangkan resistance di level 5,326- 5,460.

MNC Sekuritas merekomendasikan empat saham yang menarik dicermati investor pada perdagangan Selasa (3/11), yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA), dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO).

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) direkomendasikan dengan strategi Buy on Weakness. Saham BBRI sebelumnya menguat 0,71 persen ke level 2.820, disertai tekanan jual.

MNC Sekuritas memperkirakan posisi BBRI saat ini berada pada bagian dari wave [b] dari wave B. Investor dapat menerapkan strategi Buy on Weakness pada kisaran 2.650–2.760, dengan target harga 2.950 dan 3.070 serta stop loss di bawah 2.590.

Selanjutnya, saham PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) direkomendasikan dengan strategi Buy on Weakness. Saham ESSA sebelumnya menguat 6 persen ke level 530, didukung munculnya volume pembelian.

MNC Sekuritas memperkirakan posisi ESSA saat ini berada pada bagian dari wave [c] dari wave 4. Investor dapat menerapkan strategi Buy on Weakness pada kisaran 505–520, dengan target harga 550 dan 585 serta stop loss di bawah 492.

Berikutnya, saham PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) direkomendasikan dengan strategi Buy on Weakness. Saham MAPA sebelumnya terkoreksi 0,87 persen ke level 570, didukung munculnya volume pembelian.

MNC Sekuritas memperkirakan posisi MAPA saat ini berada pada bagian dari wave B dari wave (B). Investor dapat menerapkan strategi Buy on Weakness pada kisaran 535–570, dengan target harga 605 dan 640 serta stop loss di bawah 525.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore