Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: Antara
Rabu, 28 Oktober 2026 | 23.40 WIB

Laba Bersih Bank Jago Kuartal III Tumbuh 50 Persen jadi Rp 298 Miliar

Direktur Utama PT Bank Jago Tbk. Arief Harris Tandjung (kiri-kanan) berbincang dengan Head of Communication, Culture and Sustainability Bank Jago Maya Kartika dan CEO Dkatalis Digital Lab Karim Siregar. - Image

Direktur Utama PT Bank Jago Tbk. Arief Harris Tandjung (kiri-kanan) berbincang dengan Head of Communication, Culture and Sustainability Bank Jago Maya Kartika dan CEO Dkatalis Digital Lab Karim Siregar.

JawaPos.com - PT Bank Jago Tbk mencatat laba bersih setelah pajak (NPAT) tumbuh 50 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 298 miliar hingga kuartal III 2026, dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 199 miliar.

Perseroan juga mencatat pertumbuhan aset sebesar 22 persen dari Rp 34,5 triliun pada September 2025 menjadi Rp 42,1 triliun pada September 2026.

"Fokus kami yang mengedepankan pertumbuhan berkualitas, baik pengumpulan dana maupun penyaluran kredit, berdampak positif pada pencapaian kinerja serta posisi fundamental bank yang berada dalam posisi sangat baik," kata Direktur Utama Bank Jago Arief Harris dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (28/10).

Dengan kemampuan mempertahankan kinerja positif secara terus-menerus, Arief menyampaikan perseroan meyakini kepercayaan nasabah akan semakin kuat dalam menggunakan produk dan layanan Bank Jago sebagai bank berbasis teknologi.

Hingga akhir September 2026, Bank Jago telah melayani 19 juta nasabah, termasuk 13,1 juta nasabah funding pengguna Aplikasi Jago.

Pencapaian jumlah nasabah, menurut perseroan, mencerminkan komitmen untuk menjaga kualitas pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan dengan memprioritaskan optimalisasi basis nasabah.

Total dana pihak ketiga (DPK) Bank Jago mencapai Rp 28,9 triliun per akhir September 2026, meningkat 21 persen dari Rp 23,9 triliun pada akhir September 2025.

Adapun porsi current account and savings account (CASA) mendominasi DPK yakni sebesar 53 persen atau setara Rp 15,4 triliun, sedangkan deposito menyumbang 47 persen atau Rp 13,5 triliun.

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit tercatat sebesar Rp 27,9 triliun per September 2026, meningkat 19 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 23,5 triliun.

Perseroan menyatakan konsistensinya untuk menjaga kualitas dan mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam pembiayaan. Hal ini tercermin dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross sebesar 0,9 persen, lebih rendah dibanding rata-rata NPL perbankan nasional.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore