Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Oktober 2026 | 21.44 WIB

Literasi Terus Didorong , Aset Industri Asuransi Catat Rp 1.200,55 Triliun di Agustus 2026

Ketua Dewan Asuransi Indonesia (DAI), Yulius Bhayangkara. (Istimewa).

JawaPos.com - Literasi Asuransi Untuk Negeri menjadi tema peringatan 20 Hari Asurasansi yang diperingati setiap 18 Oktober. Memasuki perayaan yang ke-20 Dewan Asuransi Nasional (DAI) bersama seluruh asosiasi perasuransian terus berupaya meningkatkan literasi kepada masyarakat agar lebih memahami asuransi lewat edukasi kepada masyarakat luas.

Ketua Dewan Asuransi Indonesia (DAI), Yulius Bhayangkara, menyampaikan bahwa memperkenalkan dan memasyarakatkan pentingnya berasuransi masih menjadi tantangan, terutama karena tingkat pemahaman masyarakat mengenai asuransi yang masih perlu peningkatan. 

"Melalui berbagai kegiatan literasi diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap asuransi sebagai instrumen proteksi dapat terus tumbuh, sehingga semakin banyak keluarga dan pelaku usaha yang terlindungi dari risiko di masa depan,” kata Yulius Bhayangkara.

Laporan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2026 menunjukkan bahwa tingkat literasi sektor perasuransian tercatat sebesar 42,84 persen, sementara tingkat inklusinya mencapai 29,55 persen. 

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang disampaikan dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) September 2026 mencatat industri asuransi nasional terus menunjukkan ketahanan di tengah dinamika perekonomian global.

Hingga Agustus 2026, total aset industri asuransi mencapai Rp1.200,55 triliun, tumbuh 2,56% secara tahunan (year-on-year/yoy). Dari sisi asuransi komersial, total aset tercatat sebesar Rp982,18 triliun, meningkat 3,59% yoy, dengan akumulasi pendapatan premi sebesar Rp255,40 triliun, atau tumbuh 2,66% yoy. 

Premi asuransi jiwa tercatat sebesar Rp125,75 triliun, meningkat 7,01% yoy, sedangkan premi asuransi umum dan reasuransi mencapai Rp99,61 triliun, mengalami kontraksi sebesar 2,35% yoy. 

Dari sisi permodalan, industri tetap berada dalam kondisi yang solid, tercermin dari tingkat Risk Based Capital (RBC) asuransi jiwa sebesar 471,57% serta asuransi umum dan reasuransi sebesar 331,52%, jauh di atas ketentuan minimum sebesar 120%. 

Di tengah perkembangan tersebut, OJK memproyeksikan pertumbuhan program asuransi hingga akhir tahun 2026 berada pada kisaran 2% hingga 4%. Proyeksi ini menjadi pengingat bahwa penguatan industri tidak hanya bertumpu pada pertumbuhan aset, premi, dan permodalan, tetapi juga pada kemampuan industri dalam membangun kepercayaan serta memperluas akses perlindungan kepada masyarakat.
 
Ketua Panitia Hari Asuransi 2026, Cicilia Nina Triana, menyatakan “komitmennya untuk melaksanakan rangkaian literasi dan inklusi asuransi bagi pelaku UMKM bekerjasama dengan PT Permodalan Nasional Madani, sebagai bentuk apresiasi atas peran UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional”. 

Kegiatan literasi ini akan berlangsung di 7 titik kota di Indonesia dan puncak perayaan pada tanggal 20 Oktober 2026 di Jakarta, sebagai moment Hari Asuransi yang akan menyelenggarakan rangkaian acara Konferensi Pers Hari Asuransi, Literasi kepada Media dan Kegiatan Literasi Asuransi kepada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Melalui program ini, panitia optimis dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya berasuransi guna menciptakan kestabilan dan perlindungan dari berbagai risiko di masa depan.
 

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore