Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Oktober 2026 | 14.17 WIB

Rupiah Diprediksi Melemah Hari Ini, Sentimen MSCI dan Lonjakan Harga Minyak Membayangi

Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Dolar Asia, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Dolar Asia, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan akan kembali melemah pada perdagangan Selasa (20/10), setelah sebelumnya ditutup melemah sebesar 19 poin menjadi Rp 18.046 per dolar AS pada perdagangan Senin (19/10).

Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan, pergerakan rupiah pada hari ini akan dipengaruhi oleh sentimen dalam negeri.

"Untuk perdagangan (20/10) mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 18.040 - Rp 18.090,” ujar Ibrahim keterangan yang diterima, Selasa (20/10).

Ibrahim mengatakan, sentimen Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang berencana mengusulkan penurunan status pasar modal Indonesia masih akan mendominasi untuk pergerakan nilai tukar rupiah.

Ia mengatakan, meskipun perpindahan kelas tersebut masih berupa usulan dan pengkajian serta belum pasti akan terjadi serta lonjakan harga minyak dunia yang menembus angka USD 110 per barel. 

“Namun hal tersebut telah meningkatkan ketidakpastian di pasar modal Indonesia, sehingga membuat investor cenderung menghindari risiko,” ujarnya. 

Ibrahim mengatakan, adanya upaya dari otoritas bursa untuk melakukan penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang dianggap melakukan pelanggaran, dalam jangka pendek berpotensi meningkatkan volatilitas dan ketidakpercayaan. 

Namun jika diimplementasikan dengan baik, dalam jangka panjang akan kembali meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia. 

Sementara itu, pihak bursa mengumumkan penurunan batas auto-rejection bawah (ARB) dari 15 persen menjadi 7 persen, yang berlaku mulai hari Senin hingga akhir tahun, dengan tujuan membantu investor dalam pengambilan keputusan. 

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore