
Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan akan kembali melemah pada perdagangan Senin (19/10), setelah sebelummya ditutup melemah sebesar 89 poin menjadi Rp 18.027 per dolar AS pada perdagangan Jumat (16/10).
Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pergerakan rupiah pada hari ini akan dipengaruhi oleh sentimen dalam negeri.
"Untuk perdagangan (19/10) mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 18.020 - Rp 18.070,” ujar Ibrahim keterangan yang diterima, Senin (19/10).
Ibrahim mengatakan, salah satu sentimen yang berpotensi menekan rupiah berasal dari rencana Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mengusulkan penurunan status pasar modal Indonesia dari pasar negara berkembang (emerging market) menjadi pasar mandiri (standalone market).
Usulan tersebut didasari oleh kekhawatiran MSCI terhadap persoalan tata kelola pasar modal Indonesia serta dugaan praktik perdagangan terkoordinasi. Meski berbagai upaya reformasi telah dilakukan, MSCI masih menyoroti lemahnya penegakan aturan dan disfungsi pasar.
Keputusan akhir terkait usulan tersebut dijadwalkan akan ditetapkan pada 30 Juni 2027. Namun, ketidakpastian mengenai status pasar modal Indonesia berpotensi memengaruhi kepercayaan investor asing terhadap aset domestik.
Sebelumnya, Goldman Sachs memperkirakan penurunan status tersebut dapat memicu arus keluar modal hingga USD 13 miliar. Hal ini berpotensi terjadi karena manajer investasi aktif dapat mengurangi eksposur terhadap aset Indonesia untuk menghindari ketidaksesuaian dengan tolok ukur investasi (benchmark).
Arus keluar modal dalam jumlah besar berisiko menambah tekanan terhadap nilai tukar rupiah sekaligus mengurangi likuiditas di pasar keuangan domestik.
Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen melanjutkan pembenahan pasar modal Indonesia. OJK juga menegaskan bahwa pasar domestik masih memiliki daya tarik bagi investor.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Monza vs Cagliari di Liga Italia: Tim Tamu Punya Catatan Impresif di Laga Tandang
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City: Menang Tipis, De Zerbi Akhiri Tren Buruk
Prediksi Skor Trabzonspor Vs Besiktas di Liga Turki: Salah Cs Punya Rekor Kandang Impresif
UU Ketenagakerjaan Batasi PKWT Maksimal 4 Tahun, Said Iqbal: Kalau Ciptaker Sembarangan
Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano: Emil Audero Bantu El Rayo Perpanjang Kutukan 10 Laga!
Persebaya Berangkat ke Makassar Besok! Tavares Siap Tantang Mantan Tim PSM
Prediksi Skor Al Fayha vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: Ivan Toney Siap Menggila di Al Majma’ah
Prediksi Skor Parma vs Torino: Kans Il Toro Tundukkan Tuan Rumah di Stadio Ennio Tardini!
Prediksi Tottenham vs Coventry: Spurs Belum Menang dalam Enam Laga, Coventry Percaya Diri
Prediksi Skor Monza vs Cagliari: Rossoblù Menang Tipis, Rekor Berusia 61 Tahun Terancam Pecah!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022