Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 19 Oktober 2026 | 14.07 WIB

IHSG Ambruk ke 5.185 dan Diprediksi Masih Melemah, Simak Rekomendasi Saham Berikut

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/10/2026). IHSG ditutup melemah 678,67 poin atau 11,57 persen ke posisi 5.185,11. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/10/2026). IHSG ditutup melemah 678,67 poin atau 11,57 persen ke posisi 5.185,11. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan masih bergerak dalam tren pelemahan setelah ditutup anjlok 11,57 persen ke level 5.185,11 pada Jumat (16/10).

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Ardy Irianto Subekti, mengatakan IHSG mengalami breakdown di bawah level support 5.342, yang merupakan level terendah pada 8 Juni 2026, sehingga mencetak level terendah baru sepanjang tahun ini.

Sebelumnya, IHSG telah menembus ke bawah (breakdown) level neckline 6.000 dari pola Head and Shoulders dan bergerak di bawah MA20. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa tren pergerakan IHSG masih cenderung bearish.

Sementara itu, apabila terjadi penguatan kembali (rebound), area gap down pada rentang 5.404 hingga 5.863,78 berpotensi menjadi level resistance bagi IHSG.

“Penurunan yang dalam membuka peluang technical rebound, namun arah selanjutnya bergantung pada arus dana asing dan respons otoritas terhadap isu MSCI serta stabilitas harga minyak,” ujar Ardy dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin (19/10).

Ardy mengatakan, Dalam skenario moderat, konsolidasi bottoming di rentang 5.180-5.450. Setelah koreksi tajam minus 11,57% dan trading halt, pasar membutuhkan waktu untuk mencerna isu MSCI.

Sementara itu, berdasarkan data asing masih menunjukkan net buy di BBCA Rp 473,3 miliar sepekan, indikasi awal bottom fishing. Strategi menunggu konfirmasi candle bullish dengan volume di atas 5.233.

Dalam skenario optimis, rebound menuju 5.600. Jika BEI berhasil memberikan klarifikasi meyakinkan ke MSCI, OJK melanjutkan reformasi, dan harga minyak stabil, peluang penutupan gap menuju 5.800-an terbuka.

Dalam skenario pesimis, breakdown lanjutan di bawah 5.000. hal tersebut bisa terjadi jika outflow terkait MSCI terealisasi dan eskalasi Hormuz mendorong Rupiah melewati Rp 18.100, IHSG berisiko menuju 4.950- 5.000.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore