Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 5 Juli 2026 | 07.00 WIB

Ekonom Muhammadiyah Tak Percaya Pidato Presiden Prabowo Bikin IHSG Turun, Singgung Investor Nakal

Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan sambutan dalam HUT Bhayangkara ke-80 di Satlat Brimob Cikeas, Jawa Barat, Rabu (1/7). - Image

Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan sambutan dalam HUT Bhayangkara ke-80 di Satlat Brimob Cikeas, Jawa Barat, Rabu (1/7).

JawaPos.com - Ekonom Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Surya Vandiantara tidak sepakat bila pidato Presiden Prabowo Subianto dianggap penyebab turunnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Faktor kinerja perusahaan terbuka lebih krusial menentukan harga pasar.

Surya menjelaskan, kenaikan dan penurunan IHSG lebih banyak dipengaruhi oleh faktor fundamental. Salah satunya adalah kinerja perusahaan yang melantai di bursa saham.

"Apabila kinerja perusahaan-perusahaan yang melangai di bursa secara mayoritas mengalami penurunan pendapatan atau kerugian, maka sudah sewajarnya jika nilai IHSG ikut turun," kata Surya, Sabtu (4/7).

Dia menilai kondisi saat ini terbilang anomali. Sebab, kinerja perusahaan di bursa cenderung stabil dan ekonomi makro memiliki indikator positif. Namun pada kenyataannya IHSG justru turun. 

Anomali ini semakin kuat dengan munculnya narasi bahwa pidato Prabowo sebagai penyebab IHSG turun. Oleh karena itu, perlu ada pendalaman dalam menyimpulkan kondisi sekarang.

"Narasi ini mengindikasikan adanya investor nakal yang melakukan tindakan irrasional di bursa, sehingga nilai IHSG mengalami penurunan. Terbukti turunnya IHSG ini kemudian disangkut-pautkan dengan agenda politik yang mendiskreditkan Presiden," imbuhnya. 

Surya menduga adanya investor nakal yang melakukan tindakan irrasional. Sehingga membuat nilai pasar di bursa tidak sehat.

Kondisi ini bisa turut merugikan investor yang telah melakukan analisis fundamental dengan baik. Dampak serupa bisa dirasakan pula oleh perusahaan yang terdaftar di bursa. 

"Demi mencapai agenda politik kotor yang terselubung, mereka telah merugikan banyak pihak," jelasnya. 

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore