Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 13 Mei 2026 | 01.12 WIB

Ketidakpastian Risiko Kesehatan dan Kondisi Ekonomi Global Dorong Minat Masyarakat Terhadap Asuransi Jiwa Syariah

Presiden Direktur Prudential Syariah, Iskandar Ezzahuddin, mengatakan situasi global yang penuh ketidakpastian. - Image

Presiden Direktur Prudential Syariah, Iskandar Ezzahuddin, mengatakan situasi global yang penuh ketidakpastian.

JawaPos.com — Ketidakpastian risiko kesehatan dan kondisi ekonomi mendorong masyarakat semakin sadar pentingnya perlindungan finansial jangka panjang. Tren tersebut tercermin dari pertumbuhan industri asuransi jiwa syariah sepanjang 2025 yang mencatatkan peningkatan aset, kontribusi bisnis baru, hingga jumlah polis secara signifikan.

Presiden Direktur Prudential Syariah, Iskandar Ezzahuddin, mengatakan situasi global yang penuh ketidakpastian, termasuk munculnya risiko kesehatan baru seperti Hantavirus, membuat kebutuhan perlindungan menjadi semakin mendesak bagi keluarga Indonesia.

"Ditambah lagi ketidakpastian dalam hal risiko darurat kesehatan seperti Hantavirus baru-baru ini akan menjadi hal yang sulit diprediksi dan mengingatkan kita bahwa risiko kesehatan bisa datang kapan saja. Di tengah kondisi ini, perlindungan menjadi sebuah urgency dan kebutuhan mendasar bagi keluarga dalam menghadapi ketidakpastian di masa yang akan datang," ujar Iskandar saat konferensi pers, Selasa (12/5).

Ia menambahkan, meningkatnya kebutuhan tersebut tercermin dari pertumbuhan industri asuransi jiwa syariah nasional. Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) tahun 2025, total aset industri tumbuh 20 persen menjadi Rp37,9 triliun. Sementara total kontribusi bisnis baru meningkat 13 persen menjadi Rp4,7 triliun.

Selain itu, jumlah polis asuransi jiwa syariah juga meningkat 9 persen menjadi lebih dari 1 juta polis sepanjang 2025. Industri turut membayarkan klaim dan manfaat sekitar Rp4 triliun kepada lebih dari 412 ribu peserta atau meningkat 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Ini menegaskan bahwa asuransi jiwa syariah berperan semakin penting dalam menjaga ketahanan finansial keluarga Indonesia,” kata Iskandar.

Sejalan dengan pertumbuhan industri, Prudential Syariah membukukan kinerja positif sepanjang 2025. Ditandai oleh pertumbuhan yang melesat di dua indikator utama: total kontribusi bruto mencapai Rp 4,2 triliun (tumbuh 9 persen), kontribusi bisnis baru tumbuh 31 persen menjadi sekitar Rp 1 triliun dan mendominasi pangsa pasar industri sebesar 22 persen. 

"Pertumbuhan double-digit pada kinerja keuangan sepanjang 2025 mencerminkan kepercayaan keluarga Indonesia kepada Prudential Syariah. Sebagai pemimpin pasar asuransi jiwa syariah, komitmen kami jelas: terus menghadirkan perlindungan yang relevan, terjangkau dan senantiasa berinovasi dalam meningkatkan layanan yang didukung oleh teknologi AI terdepan," jelas Iskandar.

Dari sisi pengelolaan, total aset perusahaan tumbuh 20 persen menjadi Rp8 triliun, ditopang oleh strategi portofolio Perusahaan serta mencerminkan pengelolaan bisnis yang disiplin dan pertumbuhan yang terarah. Pertumbuhan serupa juga terlihat pada total aset investasi yang naik 17 persen menjadi Rp6 triliun, menunjukkan keberhasilan perusahaan dalam mengelola dana peserta secara optimal.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore