
Pengemudi ojek online (ojol) menunggu penumpang di dekat Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, Senin (5/5/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Jumlah kecelakaan lalu lintas di Indonesia mencapai 141.608 kasus selama 2025. Menurut data Korlantas Polri, kecelakaan dominasi kendaraan roda dua, yakni 68–72 persen.
Dalam kecelakaan lalu lintas, profesi pengemudi online memiliki risiko tinggi.Karena, mereka berada di jalan cukup lama. Ditambah pula dengan kondisi lalu lintas yang padat dan tidak dapat diprediksi. Oleh karena itu, pengemudi online patut mendapat perlindungan dari kecelakaan. Hal demi menjaga stabilitas finansial dan kesehatan.
Managing Director Lalamove Indonesia Andito B Prakoso mengatakan, seiring dengan meningkatnya kebutuhan layanan pengantaran dan mobilitas, pihaknya memahami bahwa pengguna dan mitra pengemudi saat ini tidak hanya mengharapkan kecepatan dan kemudahan. Mereka juga butuh rasa aman bekerja.
“Perlindungan selama perjalanan dan pengantaran telah menjadi kebutuhan yang semakin penting bagi seluruh ekosistem," kata Andito di Jakarta, Selasa (21/4).
Untuk itu, Lalamove memberikan dukungan kepada mitra pengemudi dan pengguna dengan menghadirkan sistem perlindungan yang andal dan relevan,
Menurut dia, asuransi berperan sebagai jaring pengaman saat terjadi hal yang tidak diinginkan. Mulai dari menanggung biaya pengobatan hingga memberikan santunan dalam kasus cacat tetap atau meninggal dunia.
Selain itu, keberadaan asuransi juga menghadirkan rasa aman bagi pengemudi. Sehingga, pengemudi onlinedapat bekerja lebih tenang dan fokus. Mereka tidak lagi dibayangi kekhawatiran terhadap risiko di jalan.
Sejalan dengan ini, Lalamove memperkuat aspek keamanan bagi pengguna dan mitra pengemudi dengan kolaborasi bersama PT Asuransi Tokio Marine Indonesia (TMI) dan PT Mitra Jasa Pratama (Qoala). Langkah itu menghadirkan perlindungan menyeluruh guna meminimalkan risiko selama proses pengantaran maupun perjalanan, sehingga memberikan rasa aman bagi seluruh pihak dalam ekosistem layanan.
Melalui inisiatif tersebut, perusahaan menyediakan perlindungan Group Personal Accident yang mencakup berbagai risiko selama aktivitas perjalanan dan pengantaran. Perlindungan ini dapat dimanfaatkan oleh mitra pengemudi saat menjalankan pesanan maupun oleh pengguna layanan.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
