
Ilustrasi cara mengatur uang (Magnific)
JawaPos.com – Generasi Z atau Gen Z dikenal sangat dekat dengan teknologi dan media sosial. Hal ini ikut memengaruhi cara mereka mengatur dan menghabiskan uang. Banyak Gen Z lebih memilih spending untuk pengalaman seperti healing, nongkrong, atau konser dibanding hanya menabung terus-menerus.
Melansir dari laman Prudential Indonesia, Gen Z cenderung lebih sadar soal pengelolaan keuangan modern dan mulai menggunakan aplikasi untuk mengatur pengeluaran. Namun di sisi lain, Media Keuangan Kementerian Keuangan RI menyebut literasi keuangan Gen Z masih tergolong rendah.
Agar bisa tetap menikmati hidup tanpa harus menyesal di akhir bulan, berikut adalah panduan cerdas dalam membelanjakan uang:
Banyak Gen Z lebih suka menghabiskan uang untuk pengalaman seperti konser, traveling, atau quality time dibanding membeli barang yang hanya viral sesaat. Pengalaman biasanya terasa lebih berharga dan meninggalkan kenangan yang lebih lama. Selain itu, pengalaman juga sering membantu mengurangi stres setelah sibuk kuliah atau bekerja.
Setelah lelah kuliah atau bekerja, self reward memang bisa membantu memperbaiki mood. Namun jangan sampai belanja dijadikan pelarian stres atau doom spending karena akhirnya uang habis tanpa sadar. Self reward tetap perlu dibatasi agar kondisi keuangan tidak terganggu.
Jangan menunggu ada sisa uang baru menabung. Coba langsung sisihkan tabungan saat gaji atau uang bulanan masuk. Setelah itu, baru gunakan sisanya untuk kebutuhan dan hiburan. Cara ini membantu pengeluaran jadi lebih terkontrol.
Media sosial sering membuat orang merasa tertinggal. Melihat orang lain liburan atau belanja terus bisa memicu keinginan ikut-ikutan. Padahal tidak semua yang terlihat di internet sesuai dengan kondisi nyata. Karena itu, penting memahami kemampuan finansial diri sendiri.
Membeli barang atau layanan yang membantu produktivitas sebenarnya bukan pemborosan. Contohnya seperti ikut kelas online, membeli laptop kerja, atau alat olahraga yang mendukung kesehatan. Spending seperti ini biasanya lebih bermanfaat dalam jangka panjang.
Nongkrong jadi cara banyak anak muda melepas stres. Namun kalau terlalu sering, pengeluaran kecil bisa jadi besar tanpa terasa. Karena itu, tetap atur budget nongkrong agar kondisi keuangan tetap aman dan tidak mengganggu kebutuhan utama.
Diskon, flash sale, dan gratis ongkir sering bikin orang checkout impulsif. Sebelum membeli sesuatu, coba pikirkan lagi apakah barang itu benar-benar dibutuhkan atau cuma lapar mata sesaat. Kebiasaan sederhana ini bisa membantu mengurangi pengeluaran tidak penting.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
