
Aktivitas salah satu Koperasi Merah Putih yang ada di Jakarta. (Dimas Choirul/JawaPos.com)
JawaPos.com – Gagasan Presiden Prabowo Subianto menghadirkan kredit berbunga rendah sebesar 6 persen per tahun melalui Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih menuai sorotan. Di balik ambisi mendorong pembiayaan murah bagi masyarakat, skema ini dinilai berpotensi menekan likuiditas perbankan hingga mengancam eksistensi Bank Perkreditan Rakyat (BPR).
Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira, mengatakan bunga kredit yang ditawarkan Kopdes Merah Putih sebesar 6 persen justru bisa memicu penarikan likuiditas besar-besaran dari sektor keuangan.
“Jadi betul dengan adanya Kopdes Merah Putih, bunganya 6 persen ini memang akan membuat likuiditas ketarik ya dalam penyaluran koperasi ataupun UMKM. Itu akan ketarik untuk membiayai (kredit di) Kopdes Merah Putih, apalagi besar sekali gitu kebutuhan pembiayaannya,” ujar Bhima kepada JawaPos.com, Selasa (24/3).
Menurut Bhima, kebutuhan pembiayaan Kopdes yang besar akan menyedot sumber dana dari berbagai sektor. Di sisi lain, kondisi likuiditas perbankan juga sedang tertekan akibat faktor eksternal, termasuk dinamika konflik Timur Tengah yang memicu perpindahan dana masyarakat dari deposito ke giro demi alasan keamanan.
“Dari sisi likuiditas perbankan dengan adanya konflik timur-tengah, ada perpindahan dari deposito ke giro karena banyak deposan yang mau cari aman sekarang. Itu efeknya ke likuiditas dari Bank Himbara juga. Jadi, ini bisa memakan porsi penyaluran KUR ya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bhima juga menilai, porsi kredit untuk UMKM berpotensi tergerus, terlebih saat ini pertumbuhan kredit UMKM justru tengah mengalami kontraksi sejak awal 2026.
“Ini sudah salah satu alarm sebenarnya, penyaluran kredit UMKM-nya rendah sekali. Minus berarti kan kontraksi,” imbuhnya.
Bhima mengingatkan adanya potensi perebutan likuiditas yang paling terasa di tingkat daerah, terutama bagi BPR. Selama ini, BPR menjadi salah satu kanal penting dalam penyaluran kredit himbara untuk UMKM dan KUR.
"Soal Kopdes Merah Putih, selain tadi ada perebutan likuiditas, terutama kepada BPR-BPR di daerah. Karena BPR di daerah kan juga jadi channeling penyaluran kredit dari Himbara dan KUR," bebernya.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
