Pegawai berada di depan layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Pasar saham Indonesia dibuka zona merah pada perdagangan Senin (2/2). Bahkan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan makin merosot ke 7.981, turun 4,18 persen atau 347 poin pada pukul 09.14 WIB.
Mengutip data RTI Business, pada perdagangan awal sesi ini ada sebanyak 83 saham tercatat menguat, 545 saham melemah, dan 77 saham tidak mengalami pergerakan alias stagnan.
Sementara itu, volume transaksi di perdagangan tercatat 9.440 saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 5.690 miliar. Adapun frekuensi transaksi tercatat 629.880 kali.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan sebelumnya memproyeksi bahwa potensi market untuk sepekan ke depan 2-6 Februari 2026, ia mengimbau para trader dan investor untuk memantau sentimen data GDP Full Year 2025.
David menjelaskan awal Februari biasanya merupakan waktu rilis pertumbuhan ekonomi (GDP) Indonesia tahunan. Selain itu, tak dapat dipungkiri selama sepekan ke depan market akan banyak dipengaruhi oleh reaksi market menyongsong estafet kepemimpinan BEI dan OJK yang baru.
"Pasar berekspektasi ekonomi kita tumbuh solid di angka 5,1 persen-5,2 persen. Jika angka resminya di atas ekspektasi, ini akan menjadi bensin tambahan bagi IHSG untuk tidak hanya sekadar mampir di level 9.000, tapi menjadikannya sebagai lantai baru atau support kuat," ungkapnya.
Merespons dinamika market yang ada saat ini, IPOT merekomendasikan sejumlah saham yang bisa dipertimbangkan untuk trading sepanjang pekan ini:
1. Buy WIIM (Current Price: 1.825, Entry: 1.825, Target Price: 1.975 (8,22 persen), Stop Loss: 1.745 (-4,38 persen) dan Risk to Reward Ratio 1:1,9). Emiten PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) cenderung bergerak uptrend dengan potensi breakout resistance 1.870 sehingga layak buy.
2. Buy JPFA (Current Price: 2.770, Entry: 2.770, Target Price: 3.090 (11,55 persen), Stop Loss: 2.630 (-5,05 persen) dan Risk to Reward Ratio 1:2,3). Emiten PT JAPFA Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) llayak buy karena sektor poultry relatif menarik di 2026 faktor MBG. Emiten ini berada di level support MA50 yang masih dipertahankan dan potensi reversalnya cukup kuat.
3. Buy ULTJ (Current Price: 1.505, Entry: 1.505, Target Price: 1.600 (6,31 persen), Stop Loss: 1.455 (-3,32 persen) dan Risk to Reward Ratio 1:1,9). Emiten PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) layak buy karena berpotensi breakout dari area konsolidasi dan pergerakannya relatif aman dari faktor MSCI.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
