Ilustrasi orang yang konsumtif.
JawaPos.com - Tahun sudah berganti, tapi bagaimana dengan resolusi finansial yang kamu buat di tahun lalu? Sudah sejauh mana progresnya, atau justru masih sebatas wacana?
Dari target sederhana seperti rutin makan enak di luar, sampai rencana besar liburan ke luar negeri bersama keluarga, tak sedikit resolusi yang akhirnya gagal terwujud.
Kalau ditarik ke belakang, kegagalan itu sering kali bukan karena kurang niat, melainkan karena kebiasaan yang terus diulang tanpa disadari. Tanpa evaluasi, niat baik soal keuangan akan selalu kalah oleh pola lama.
Bisa jadi, jawaban kenapa rencana kamu mandek ada pada lima kebiasaan finansial yang seharusnya sudah kamu tinggalkan di tahun 2026 seperti dirangkum dari rilis OCBC, Jumat (9/1).
1. Terbiasa “nombok” dengan meminjam uang ke orang terdekat
Meminjam uang ke teman atau keluarga kerap dianggap solusi paling aman saat keuangan seret. Padahal, jika dilakukan terlalu sering, apalagi untuk menutup gaya hidup, kebiasaan ini bisa menjadi tanda masalah finansial yang serius.
Data OCBC Financial Fitness Index 2025 mencatat, 39 persen masyarakat masih mengandalkan pinjaman dari orang terdekat demi memenuhi kebutuhan gaya hidup. Kondisi ini menunjukkan bahwa banyak orang hidup dengan pengeluaran yang lebih besar daripada kemampuan. Jika dibiarkan, bukan hanya kondisi keuangan yang terganggu, tapi juga hubungan personal bisa ikut terdampak.
2. Gaji baru masuk, tapi langsung habis tanpa jejak
Rasa “lega” saat gaji masuk seringkali berujung pada perilaku impulsif. Tanpa perencanaan, uang bulanan bisa lenyap bahkan sebelum pertengahan bulan.
Sebanyak 14 persen masyarakat tercatat memiliki pengeluaran yang lebih besar dibanding pemasukan. Masalahnya bukan selalu karena gaji yang kurang, melainkan pola belanja yang tidak sejalan dengan kemampuan finansial. Kalau kondisi ini terus berulang, menabung saja terasa berat, apalagi bicara soal investasi dan rencana jangka panjang.
3. Merasa aman karena hanya bayar tagihan minimum
Membayar cicilan atau kartu kredit dengan nominal minimum memang terasa meringankan beban sesaat. Namun, dibalik itu ada resiko jangka panjang yang sering diabaikan.
Berdasarkan Financial Fitness Index OCBC 2025, 56 persen masyarakat hanya membayar tagihan minimum kartu kreditnya. Kebiasaan ini membuat bunga terus menumpuk, sehingga utang sulit lunas. Alih-alih menjadi alat bantu transaksi, kartu kredit justru bisa berubah menjadi beban finansial yang berkepanjangan.
4. Terjebak FOMO demi terlihat “ikut tren”
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022