
Layar menampilkan pergerakan IHSG saat penutupan perdagangan PT Bursa Efek Indonesia Tahun 2025 di Jakarta, Selasa (30/12/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com – Tahun 2025 menjadi salah satu periode paling bersejarah bagi pasar modal Indonesia. Setelah sempat terpuruk pada kuartal-I, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru menutup tahun dengan prestasi gemilang, mencerminkan ketahanan sekaligus transformasi pasar.
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman mengatakan, sepanjang semester-I 2025, pergerakan IHSG berada dalam tekanan kuat akibat kombinasi faktor global dan geopolitik. Indeks komposit bahkan sempat menyentuh level terendah di 5.996.
"Terutama ketika Presiden Trump mengumumkan mengenai tarif dagang resiprokal dengan US. Itu yang membuat beberapa kondisi sehingga indeks kita tertekan sampai 5.996," kata Iman Rachman dalam konferensi pers di Jakarta Selasa (30/12).
Lebih lanjut ia membeberkan bahwa tekanan tersebut dipici kondisi global dan geopolitik. Termasuk kebijakan tarif dagang resiprokal Amerika Serikat, pelemahan nilai tukar rupiah, serta eksalasi konflik di Timur Tengah.
Tak berdiam dalam kondisi terpuruk, menghadapi kondisi tersebut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self Regulatory Organization (SRO) pasar modal mengambil langkah cepat dan terukur. Salah satunya melalui kebijakan buyback saham tanpa RUPS, disertai dialog soliditas dan penguatan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan pasar.
Selain itu, dilakukan pula berbagai penyesuaian regulasi, mulai dari penetapan trading hub, pembahuan aturan Auto Rejection Bawah (ARB), hingga penyempurnaan mekanisme perdagangan. Menurut Iman, langkah-langkah ini menjadi fondasi penting bagi pemulihan pasar modal nasional.
Memasuki paruh kedua 2025, sentimen pasar mulai berbalik positif. Perbaikan kondisi global terjadi seiring tiga kali penurunan suku bunga The Fed, ditambah kebijakan pro-growth pemerintah di dalam negeri, termasuk injeksi likuiditas Rp 200 triliun yang kemudian diperkuat dengan dukungan pembiayaan melalui Bank Pembangunan Daerah (BPD).
"Dengan adanya penyesuaian atau adjustment dari aturan yang dibuat oleh OJK maupun Bursa dan SRO menyebabkan pasar modal kita rebound di paruh kedua 2025," jelas Iman.
Di sisi lain, pemulihan pasar juga ditopang oleh berbagai inovasi dari Bursa Efek Indonesia. Sepanjang 2025, BEI meluncurkan 10 produk dan layanan baru. Antara lain International Carbon Trading pada Februari 2025, kontrak berjangka indeks asing, warrant terstruktur tipe put, perluasan underlying warrant terstruktur, serta kehadiran liquidity provider untuk saham.
Selain itu, BEI juga memperluas underlying Short Selling Restriction (SSR) dari 5 menjadi 10 saham, membuka format distribusi data dan simulasi kode domisili investor, serta meluncurkan unsponsored Depository Receipt (DR) linkage bersama Singapore Stock Exchange. Selain itu, BEI bersama SMV menerbitkan 3 indeks co-branded.
Baca Juga: Penyesuian Trading Halt dan ARB untuk Jaga Likuiditas dan Confidence Investor di Pasar Saham
Serangkaian kebijakan dan inovasi tersebut berbuah pada kinerja pasar yang impresif. IHSG mencatatkan All Time High (ATH) pada 8 Desember 2025 di level 8.711, sekaligus mendorong kapitalisasi pasar menembus Rp 16 kuadriliun.
Sepanjang 2025, IHSG tercatat 24 kali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Namun juga mencatatkan trading halt atau penghentian sementara akvititas perdagangan saham sebanyak dua kali.
"Beberapa kali All Time High selama setahun ini? 24 kali. Saya ngitungin tiap hari. Karena tiap hari, tiap tutup saya hitungin, setahun ini 24 kali All Time High," bebernya.
Menutup tahun 2025, pasar saham Indonesia ditutup di zona hijau pada level 8.646. Angka tersebut naik 0,03 persen atau 2.68 poin dengan volume transaksi tercatat 38,747 miliar saham dan nilai transaksi mencapai Rp 20,039 triliun. Adapun frekuensi transaksi tercatat 2.578.000 kali.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022