Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman dalam konferensi pers penutupan bursa, Selasa (30/12). (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan rata-rata nilai transaksi harian atau (RNTH) saham telah melampaui target tembus ke level Rp 18 triliun per hari. Angka tersebut jauh di atas target yang ditetapkan tahun ini sebesar Rp 13,3 triliun.
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman menyampaikan capaian tersebut menjadi catatan membanggakan bagi pasar modal nasional. “Saya rasa bahwa kalau kita lihat, hari ini rata-rata transaksi harian kita tembus Rp 18 triliun. Kalau teman-teman ingat bahwa target kita tahun lalu itu di Rp 13,3 triliun, ternyata tembus 18 triliun. Jadi ini hal yang membanggakan,” ujar Iman Rachman dalam konferensi pers di Gedung BEI, Selasa (30/12).
Iman menjelaskan, geliat transaksi di BEI tidak hanya ditopang oleh saham. Instrumen obligasi juga menunjukkan kinerja solid dengan nilai transaksi harian mencapai Rp 6,5 triliun per hari.
“Tapi kalau kita bicara saham, tidak hanya saham. Bahkan obligasi kita, transaksi harian kita sudah Rp 6,5 triliun per hari, di samping itu juga non-stock, contohnya Warren, Reit, Structure Warren, Single Stock Futures, dan derivatif sudah Rp 7,6 triliun transaksinya,” jelas Iman.
Sementara itu, pengembangan pasar karbon masih terus berjalan. Meski demikian, sejak diluncurkan satu dekade lalu, transaksi di sektor tersebut telah mencapai puluhan miliar rupiah.
“Karbon kita namun masih dalam pengembangan, sejak diluncurkan 10 tahun lalu, transaksinya sudah sekitar Rp 30 miliar,” imbuhnya.
Di sisi lain, kapitalisasi pasar, BEI juga mencatat posisi strategis di kawasan dan global. Dengan capaian market capital tembus Rp 16 triliun pada tahun 2025, ia mengatakan bahwa di dunia peringkat RI sudah masuk ke dalam 20 besar.
Namun, ia menambahkan, jika dilihat dari transaksi harian dalam denominasi dolar AS, performa BEI semakin kompetitif. Pasalnya, dengan total market cap Rp 16 triliun atau USD 1 miliar, posisi Indonesia berada di posisi kedua, di atas Thailand dan Singapura.
“Saya tidak sampaikan bahwa kalau secara market cap, di ASEAN kita nomor satu. Kalau market cap kita Rp 16 triliun, kita sudah di atas dari ASEAN. Bahkan di dunia market cap kita sudah 20 besar,” jelas Iman.
“Tetapi kalau kita bicara transaksi harian, Rp 16 triliun ini dalam US Dollar term, yaitu sekitar USD 1 miliar, di mana kita sekarang ini termasuk salah satu, 1 billion stock exchange, kita hanya sedikit di bawah Thailand. Di mana kalau kita lihat tahun-tahun sebelumnya, kita hampir biasanya cukup jauh dengan Thailand. Tetapi kita sudah di atas Singapura, Vietnam, dan Malaysia,” tukas Iman.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
