Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa datang ke Balaikota, Jakarta, Selasa (07/10/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com -Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa suntikan likuiditas berupa Rp 200 triliun dana pemerintah yang dititipkan di lima bank BUMN segera memberikan dampak. Dari sisi ekonomi, ia optimistis bahwa pada kuartal IV 2025 akan melampaui lebih dari 5,5 persen.
Hal ini disampaikan Purbaya usai menggelar Investor Meeting yang dihadiri para bos bank BUMN hingga Swasta serta para bos perusahaan asuransi, seperti Asabri, Taspen hingga BPJS Ketenagakerjaan di Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta Selatan, Senin sore (13/10).
"Mereka juga nanya dampaknya ke ekonomi kapan sih? Biasanya kelihatan, ya tadi saya bilang, triwulan IV 2025 seperti itu," kata Purbaya.
Tak hanya itu, Purbaya juga menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi RI akan lebih cepat melepas ke angka tertinggi jika kebijakan soal suntikan dana likuiditas ini tidak diubah.
"Dan kedepannya harusnya kalau nggak diubah kebijakannya, ekonomi kita akan makin cepat, makin cepat, makin cepat pertumbuhannya," tuturnya.
Di sisi lain, ia mengatakan bahwa hingga saat ini penyerapan dana Rp 200 triliun sudah semakin baik. Bahkan, ada sejumlah perbankan BUMN yang telah meminta untuk kembali ditambah likuiditas pemerintah.
"Mereka bilang sih makin lama makin bagus penyerapannya. Bahkan BRI bilang minta tambah, ada beberapa yang minta tambah juga, nanti kita lihat bisa apa nggak. Mungkin bisa ya," tutupnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan hanya lima bank anggota himpunan bank milik negara atau himbara yang akan menerima kucuran dana pemerintah senilai Rp 200 triliun pada hari ini, Jumat (12/9). Jumlah ini berkurang dari sebelumnya, di mana diumumkan ada enam bank himbara yang akan menerima dana yang diambil dari Bank Indonesia (BI) itu.
Adapun besaran nilai yang disalurkan pemerintah ke lima himbara itu. Terdiri dari BRI yang menerima Rp 55 triliun, BTN senilai Rp 25 triliun, BNI senilai Rp 55 triliun, Bank Mandiri senilai Rp 55 triliun, dan BSI paling kecil, sebesar Rp 10 triliun.
Sumber foto: Nurul Fitriana/JawaPos.com

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
