
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu (kiri) dalam paparan kinerja PT Bank Tabungan Negara (BTN) di Jakarta, Rau (27/8).
JawaPos.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memastikan kehati-hatian dan manajemen risiko yang ketat agar kualitas kredit yang disalurkan tetap terjaga. Penempatan uang negara (PUN) sebesar Rp 25 triliun dipastikan akan terserap habis sebelum akhir tahun ini.
"November (2025) kelar," ujar Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu usai bertemu dengan Menteri Keuangan dan pelaku sektor keuangan di kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Senin (13/10).
Hingga 30 September 2025, dari dana Rp 25 triliun itu, BTN sudah menyalurkan untuk kredit sebesar Rp 10,5 triliun atau sekitar 42 persen. Namun yang baru direimburse hanya sebesar Rp 4,5 triliun. "Sisanya akan kita tagihkan Oktober ini," tegasnya.
Sektor konsumer masih menjadi yang terbesar. Termasuk perumahan yang menjadi prioritas dan keahlian BTN. Baik kredit perumahan subsidi maupun non-subsidi. "Kalau dari korporasi memang nggak sebanyak bank lain," ujar Nixon.
Dia menjelaskan, penyerapan dana pemerintah sebesar Rp25 triliun oleh BTN masih dalam tahap awal. Seiring dengan proses penyaluran kredit yang berlangsung secara bertahap. Sesuai dengan pipeline kredit yang telah dijadwalkan.
BTN telah menyiapkan pipeline kredit di berbagai segmen. Mulai dari konsumer, komersial, korporasi, UMKM, hingga syariah. "Dapat kami sampaikan bahwa total pipeline yang tersedia mencapai sekitar Rp 27,5 triliun, atau lebih besar dari dana PUN yang ditempatkan sebesar Rp 25 triliun. Pipeline tersebut siap untuk mendapatkan pencairan sesuai yang telah dijadwalkan," jelas Nixon.
Makanya, BTN optimistis seluruh dana penempatan pemerintah akan terserap 100 persen pada November 2025. Disalurkan ke sektor-sektor produktif, seperti konstruksi, real estate, perdagangan, kesehatan, serta pembiayaan perumahan rakyat yang menjadi fokus utama BTN.
Dengan kapasitas yang besar tersebut, Nixon menegaskan, pihaknya tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang ketat. Agar kualitas kredit yang disalurkan tetap terjaga. "Kita tetap nggak mau NPL (non-performing loan) tinggi," ungkapnya.
BTN berpedoman pada ketentuan dan tujuan penggunaan dana pemerintah. Seluruh penyaluran dilakukan secara hati-hati. Sesuai dengan ketentuan serta tujuan penggunaan dana dari Kementerian Keuangan. Sehingga secara kapasitas BTN siap sepenuhnya menyerap dana yang ditempatkan pemerintah.
Nixon menjelaskan, penyerapan yang masih relatif lambat pada tahap awal karena mayoritas portofolio BTN yang bersifat khusus. Yaitu pembiayaan ke sektor perumahan. Secara prinsip, kata Nixon, kredit pemilikan rumah (KPR) memiliki proses yang lebih kompleks dibandingkan kredit pada umumnya. Mulai dari tahap verifikasi hingga persetujuan kredit.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, BTN tidak memiliki kemampuan untuk menyerap habis penempatan dana pemerintah sebesar Rp 25 triliun. Hal itu berdasarkan data realisasi penyerapan yang dicatat oleh Kementerian Keuangan. Yang menunjukkan bahwa hingga 30 September, BTN baru menyerap sekitar 19 persen dari total dana yang ditempatkan.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Jafar/Felisha dan Adnan/Indah Dicoret dari Kejuaraan Dunia, PBSI Buka Suara Soal Dugaan Match Fixing
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
