
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, memberikan pemaparan pada konferensi pers terkait kebijakan tentang transportasi dan BBM di Jakarta, Senin (6/4). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keinginannya untuk mengambil alih PT Permodalan Nasional Madani (PNM) di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Adapun saat ini tahapannya masih dalam proses diskusi bersama dengan Danantara Indonesia.
Menurut Purbaya, nantinya PNM akan menjadi lembaga resmi penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) di bawah PT SMI atau PIP yang merupakan Special Vehicle milik Kemenkeu . Bahkan, ke depannya Purbaya targetkan bisa menjadi sebuah Bank Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
"Saya sedang purpose ke Danantara, PNM kasih ke saya. PNM Madani kasihkan ke saya, nanti saya akan jadikan PNM itu penyalur KUR," ujar Purbaya dalam Rapat Komisi XI DPR RI di Jakarta, dikutip Selasa (7/4).
Baca Juga:Bukan Konflik Agama atau SARA, Wakapolda Malut: Bentrok di Halmahera Tengah Murni Tindak Pidana
"Daripada BRI nyalurin KUR kadang-kadang banyak protes, banyak yang nggak kebagian. Jadi PNM akan menjadi bank, mungkin di bawah PT SMI atau PIP di bawah kita. Dia akan menyalurkan KUR," tambahnya.
Bukan tanpa dasar, Purbaya mengungkapkan keinginannya untuk menarik PNM menjadi di bawah Kemenkeu seiring dengan anggaran besar yang selalu dikucurkan kepada perbankan.
Adapun secara nilai, kata Purbaya, total anggaran yang dikucurkan kepada sejumlah bank mencapai Rp 40 triliun per tahun. Niatnya, mengambil alih PNM tak lain agar dana tersebut tidak hilang, tetapi tetap bergulir sebagai dana pinjaman murah bagi masyarakat.
"Hitungannya begini kalau KUR yang lewat bank-bank itu kan saya bayar bunga hampir 18 persen, uangnya hilang. Setiap tahun Rp 40 triliun di situ," beber Purbaya.
"Strategi saya gini, yaudah Anda saya ambil tempat saya, jadikan bank. Setiap tahun saya setor Rp 40 triliun ke dia. Jadi anggaran saya enggak bertambah, tapi dia meminjamkan sebagai dana bergulir sebagai dana murah. Jadi Rp 40 triliunnya enggak ilang," lanjutnya.
Mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ini juga mengungkapkan jika kemudian Kemenkeu mengucurkan rutin Rp 40 triliun per tahun kepada PNM. Maka, kata dia, PNM yang saat ini masih berada di bawah PT Bank Rayat Indonesia (Persero) justru akan menjadi bank besar dengan modal capai Rp 200 triliun.
"Kalau saya inject, setahun dua tahun berturut-turut. Dia sudah bisa jadi bank yang punya modal Rp 200 triliun dan itu sudah jadi bank besar. Nanti setelah itu, kita akan ubah itu menjaadi bank UMKM," tuturnya.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
