
Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI Hery Gunardi meresmikan kantor cabang di Taipei, Taiwan. (ANTARA)
JawaPos.com - Fokus penguatan dana murah menjadi kunci perbankan menciptakan ruang pertumbuhan profit yang lebih sehat. Mendorong peningkatan dana giro dan tabungan untuk menjaga efisiensi biaya dana.
Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) Hery Gunardi menjelaskan, secara terukur mengimplementasikan strategi tersebut. Tecermin dari total dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh 6,7 persen secara tahunan menjadi Rp 1.482,12 triliun. Dengan porsi current account saving account (CASA) mencapai 65,5 persen.
"Mendorong penghimpunan dana murah melalui optimalisasi alat transaksi atau transaction banking. Dengan CASA yang semakin dominan, biaya dana atau cost of fund (CoF) BRI dapat ditekan sehingga mendukung profitabilitas jangka panjang yang lebih baik," terang Hery, Rabu (3/9).
Akselerasi pertumbuhan dana murah, lanjut dia, juga ditopang optimalisasi kanal digital. Per triwulan II 2025, jumlah pengguna aplikasi BRImo meningkat 21,2 persen year-on-year (YoY) menjadi 42,7 juta user. Sementara volume transaksi naik 25,5 persen YoY menjadi Rp 3.231,7 triliun.
Dari sisi merchant, transaksi bisnis melalui BRI mencatat volume penjualan naik 27,2 persen YoY menjadi Rp 105,5 triliun. Sejalan dengan jumlah transaksi yang melonjak 50,2 persen menjadi 308 juta transaksi. Volume transaksi menggunakan QRIS juga melonjak 142,9 persen YoY menjadi Rp 37,2 triliun dari 313,7 miliar transaksi.
"Transformasi digital BRI tidak hanya memperkuat basis dana murah, tapi juga memperluas ekosistem pembayaran digital yang inklusif," ujarnya.
Hery menjelaskan, dalam menekan biaya dana tidak lepas dari penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) di level 5 persen pada Agustus 2025. Yang kemudian membuat suku bunga antar bank turun 4,68 persen per 20 Agustus 2025. "Penurunan suku bunga juga turut menekan biaya dana perbankan, mendukung efisiensi dan membuka ruang untuk ekspansi kredit," tandasnya.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mampu membukukan DPK sebesar Rp 406,38 triliun. Meningkat 11,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 365,38 triliun. Laju DPK berada di atas pertumbuhan industri perbankan yang hanya 6,6 persen YoY per akhir Juni 2025.
Sejalan dengan upaya perseroan untuk terus memperkuat mesin pendanaan. Terutama dana murah yang berasal dari segmen ritel dan institusi. Didukung upaya menggencarkan akuisisi pengguna baru dan transaksi aplikasi Bale by BTN.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menuturkan, jumlah user Bale by BTN telah mencapai 2,7 juta hingga akhir semester I 2025. Naik 68,8 persen secara tahunan. Dengan jumlah transaksi menembus 931,5 juta senilai Rp 43,1 triliun selama semester I 2025. "Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan user experience dan fitur yang lebih beragam dengan proposisi yang lebih menarik agar semakin mampu menjawab kebutuhan nasabah," ujar Nixon.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) terus mengakselerasi strategi penguatan likuiditas didukung transformasi digital. Sehingga menjadi pondasi untuk memperbesar kapasitas ekspansi kredit dan pertumbuhan bisnis. "Kami melihat penguatan CASA dan kualitas aset sebagai pilar utama untuk memperkuat kapasitas ekspansi kredit di semester kedua," ujar Wakil Direktur Utama BNI Alexandra Askandar.
DPK BNI tumbuh 16,5 persen YoY menjadi Rp 900 triliun. Didominasi oleh peningkatan dana murah yang naik 18,7 persen YoY menjadi Rp 647,6 triliun. Pertumbuhan rekening giro serta tabungan masing-masing 25,1 persen dan 10,5 persen YoY. Dengan begitu, mendorong peningkatan rasio CASA menjadi 72,0 persen.
Direktur Finance and Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena menjelaskan, pertumbuhan CASA mencerminkan pondasi struktur funding melalui digitalisasi dan transformasi cabang. Sejak diluncurkan pada Juli 2024, wondr by BNI meningkat dari 1 juta pengguna menjadi 8,6 juta pengguna per Juni 2025.
"Dengan nilai transaksi naik 16 kali lipat menjadi Rp 649 triliun dan jumlah transaksi 702 juta," jelasnya.
Sedangkan, kanal mobile banking BNI secara keseluruhan mencatat transaksi Rp 1.188 triliun atau tumbuh 68 persen YoY. Untuk klien korporasi, BNIdirect mencatat pertumbuhan nilai transaksi 31,1 persen YoY menjadi Rp 5.246 triliun. Volume transaksi naik 22,1 persen menjadi 717 juta.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Pemerintah Bakal Menata Guru, PGRI Sebut Ada Harapan Baru bagi Pendidikan Indonesia
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Ipswich vs Sunderland: The Black Cats Berpeluang Curi Poin di Portman Road
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Ribuan Ojol Hadiri Kopdar Kebangsaan Jaga Jakarta, Ada Perpanjangan SIM Gratis
