Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 4 September 2025 | 00.46 WIB

Dana Murah: Kunci Pertumbuhan Profit Bank pada 2025

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI Hery Gunardi meresmikan kantor cabang di Taipei, Taiwan. (ANTARA) - Image

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI Hery Gunardi meresmikan kantor cabang di Taipei, Taiwan. (ANTARA)

JawaPos.com - Fokus penguatan dana murah menjadi kunci perbankan menciptakan ruang pertumbuhan profit yang lebih sehat. Mendorong peningkatan dana giro dan tabungan untuk menjaga efisiensi biaya dana.

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) Hery Gunardi menjelaskan, secara terukur mengimplementasikan strategi tersebut. Tecermin dari total dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh 6,7 persen secara tahunan menjadi Rp 1.482,12 triliun. Dengan porsi current account saving account (CASA) mencapai 65,5 persen.

"Mendorong penghimpunan dana murah melalui optimalisasi alat transaksi atau transaction banking. Dengan CASA yang semakin dominan, biaya dana atau cost of fund (CoF) BRI dapat ditekan sehingga mendukung profitabilitas jangka panjang yang lebih baik," terang Hery, Rabu (3/9).

Akselerasi pertumbuhan dana murah, lanjut dia, juga ditopang optimalisasi kanal digital. Per triwulan II 2025, jumlah pengguna aplikasi BRImo meningkat 21,2 persen year-on-year (YoY) menjadi 42,7 juta user. Sementara volume transaksi naik 25,5 persen YoY menjadi Rp 3.231,7 triliun.

Dari sisi merchant, transaksi bisnis melalui BRI mencatat volume penjualan naik 27,2 persen YoY menjadi Rp 105,5 triliun. Sejalan dengan jumlah transaksi yang melonjak 50,2 persen menjadi 308 juta transaksi. Volume transaksi menggunakan QRIS juga melonjak 142,9 persen YoY menjadi Rp 37,2 triliun dari 313,7 miliar transaksi.

"Transformasi digital BRI tidak hanya memperkuat basis dana murah, tapi juga memperluas ekosistem pembayaran digital yang inklusif," ujarnya.

Hery menjelaskan, dalam menekan biaya dana tidak lepas dari penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) di level 5 persen pada Agustus 2025. Yang kemudian membuat suku bunga antar bank turun 4,68 persen per 20 Agustus 2025. "Penurunan suku bunga juga turut menekan biaya dana perbankan, mendukung efisiensi dan membuka ruang untuk ekspansi kredit," tandasnya. 

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mampu membukukan DPK sebesar Rp 406,38 triliun. Meningkat 11,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 365,38 triliun. Laju DPK berada di atas pertumbuhan industri perbankan yang hanya 6,6 persen YoY per akhir Juni 2025. 

Sejalan dengan upaya perseroan untuk terus memperkuat mesin pendanaan. Terutama dana murah yang berasal dari segmen ritel dan institusi. Didukung upaya menggencarkan akuisisi pengguna baru dan transaksi aplikasi Bale by BTN.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menuturkan, jumlah user Bale by BTN telah mencapai 2,7 juta hingga akhir semester I 2025. Naik 68,8 persen secara tahunan. Dengan jumlah transaksi menembus 931,5 juta senilai Rp 43,1 triliun selama semester I 2025. "Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan user experience dan fitur yang lebih beragam dengan proposisi yang lebih menarik agar semakin mampu menjawab kebutuhan nasabah," ujar Nixon.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) terus mengakselerasi strategi penguatan likuiditas didukung transformasi digital. Sehingga menjadi pondasi untuk memperbesar kapasitas ekspansi kredit dan pertumbuhan bisnis. "Kami melihat penguatan CASA dan kualitas aset sebagai pilar utama untuk memperkuat kapasitas ekspansi kredit di semester kedua," ujar Wakil Direktur Utama BNI Alexandra Askandar.

DPK BNI tumbuh 16,5 persen YoY menjadi Rp 900 triliun. Didominasi oleh peningkatan dana murah yang naik 18,7 persen YoY menjadi Rp 647,6 triliun. Pertumbuhan rekening giro serta tabungan masing-masing 25,1 persen dan 10,5 persen YoY. Dengan begitu, mendorong peningkatan rasio CASA menjadi 72,0 persen. 

Direktur Finance and Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena menjelaskan, pertumbuhan CASA mencerminkan pondasi struktur funding melalui digitalisasi dan transformasi cabang. Sejak diluncurkan pada Juli 2024, wondr by BNI meningkat dari 1 juta pengguna menjadi 8,6 juta pengguna per Juni 2025.

"Dengan nilai transaksi naik 16 kali lipat menjadi Rp 649 triliun dan jumlah transaksi 702 juta," jelasnya. 

Sedangkan, kanal mobile banking BNI secara keseluruhan mencatat transaksi Rp 1.188 triliun atau tumbuh 68 persen YoY. Untuk klien korporasi, BNIdirect mencatat pertumbuhan nilai transaksi 31,1 persen YoY menjadi Rp 5.246 triliun. Volume transaksi naik 22,1 persen menjadi 717 juta. 

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore