Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 Agustus 2025 | 01.19 WIB

Milenial Wajib Tahu! Ini 6 Panduan Cerdas Merencanakan Dana Pensiun agar Bebas Khawatir di Hari Tua

Ilustrasi pensiun (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi pensiun (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Di tengah kesibukan membangun karier dan menikmati hidup di usia produktif, generasi milenial kerap menunda persiapan pensiun. Padahal, merencanakan masa tua sejak dini adalah bentuk tanggung jawab dan investasi terbesar terhadap diri sendiri.

Mulai dari menyisihkan sebagian penghasilan, memilih instrumen investasi jangka panjang, hingga memahami produk keuangan khusus pensiun, semua ini bukan soal memprioritaskan masa depan semata. Ini adalah cara cerdas untuk merawat stabilitas finansial sekaligus menghindari kepanikan saat usia pensiun tiba.

Mengapa Merencanakan Pensiun Sejak Dini Penting?

Menurut laman Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), penting sekali untuk mulai menyiapkan dana pensiun sejak dini. Caranya, melalui perhitungan kebutuhan masa tua dan kontribusi rutin ke instrumen pensiun. Seperti dilansir dari AAJI, langkah mempersiapkan dana pensiun harus dimulai sejak awal karier agar efek bunga majemuk bekerja maksimal.

Seperti dilansir dari laman Bank bjb, melalui program edukasinya, milenial disarankan untuk tidak takut memulai. Kontribusi kecil yang konsisten bisa berkembang signifikan dalam jangka panjang.

Iuran rutin pada Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) dikelola secara profesional sesuai profil risiko, sehingga cocok bagi generasi muda yang ingin fleksibel dan aman.

Panduan Praktis Merencanakan Dana Pensiun

1. Hitung Kebutuhan Uang Pensiun yang Realistis

Langkah pertama adalah menghitung kebutuhan uang pensiun yang realistis. Ini meliputi biaya hidup, biaya kesehatan, dan kebutuhan mendesak lainnya. Dengan estimasi kebutuhan yang jelas, milenial bisa menyesuaikan alokasi dana per bulan agar target pensiun lebih terarah.

2. Pilih Instrumen Investasi yang Tepat

Penting untuk memilih instrumen yang tepat, misalnya Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK), asuransi unit link, atau investasi terdiversifikasi. Yang terbaik adalah memilih produk yang diawasi oleh OJK dan memiliki hasil pengembalian yang transparan.

3. Lakukan Alokasi Dana Secara Konsisten

Lakukan alokasi dana secara konsisten, meskipun dimulai dari jumlah kecil. Konsistensi lebih penting daripada nominal yang tinggi karena dapat memberikan efek akumulatif positif dalam jangka panjang.

4. Pantau Kinerja Investasi secara Berkala

Pantau kinerja investasi secara berkala dan sesuaikan portofolio jika diperlukan, misalnya beralih dari agresif ke konservatif saat mendekati usia pensiun. Fleksibilitas ini akan membuat rencana pensiun jadi lebih adaptif terhadap perubahan dinamika pasar.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore