
Ilustrasi pensiun (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Di tengah kesibukan membangun karier dan menikmati hidup di usia produktif, generasi milenial kerap menunda persiapan pensiun. Padahal, merencanakan masa tua sejak dini adalah bentuk tanggung jawab dan investasi terbesar terhadap diri sendiri.
Mulai dari menyisihkan sebagian penghasilan, memilih instrumen investasi jangka panjang, hingga memahami produk keuangan khusus pensiun, semua ini bukan soal memprioritaskan masa depan semata. Ini adalah cara cerdas untuk merawat stabilitas finansial sekaligus menghindari kepanikan saat usia pensiun tiba.
Mengapa Merencanakan Pensiun Sejak Dini Penting?
Menurut laman Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), penting sekali untuk mulai menyiapkan dana pensiun sejak dini. Caranya, melalui perhitungan kebutuhan masa tua dan kontribusi rutin ke instrumen pensiun. Seperti dilansir dari AAJI, langkah mempersiapkan dana pensiun harus dimulai sejak awal karier agar efek bunga majemuk bekerja maksimal.
Seperti dilansir dari laman Bank bjb, melalui program edukasinya, milenial disarankan untuk tidak takut memulai. Kontribusi kecil yang konsisten bisa berkembang signifikan dalam jangka panjang.
Iuran rutin pada Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) dikelola secara profesional sesuai profil risiko, sehingga cocok bagi generasi muda yang ingin fleksibel dan aman.
Panduan Praktis Merencanakan Dana Pensiun
1. Hitung Kebutuhan Uang Pensiun yang Realistis
Langkah pertama adalah menghitung kebutuhan uang pensiun yang realistis. Ini meliputi biaya hidup, biaya kesehatan, dan kebutuhan mendesak lainnya. Dengan estimasi kebutuhan yang jelas, milenial bisa menyesuaikan alokasi dana per bulan agar target pensiun lebih terarah.
2. Pilih Instrumen Investasi yang Tepat
Penting untuk memilih instrumen yang tepat, misalnya Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK), asuransi unit link, atau investasi terdiversifikasi. Yang terbaik adalah memilih produk yang diawasi oleh OJK dan memiliki hasil pengembalian yang transparan.
3. Lakukan Alokasi Dana Secara Konsisten
Lakukan alokasi dana secara konsisten, meskipun dimulai dari jumlah kecil. Konsistensi lebih penting daripada nominal yang tinggi karena dapat memberikan efek akumulatif positif dalam jangka panjang.
4. Pantau Kinerja Investasi secara Berkala
Pantau kinerja investasi secara berkala dan sesuaikan portofolio jika diperlukan, misalnya beralih dari agresif ke konservatif saat mendekati usia pensiun. Fleksibilitas ini akan membuat rencana pensiun jadi lebih adaptif terhadap perubahan dinamika pasar.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
