
Direktur Utama Bank Jago Arief Harris Tandjung. (Bank Jago)
JawaPos.com - Kolaborasi dengan ekosistem digital membuat PT Bank Jago Tbk mampu menjaga pertumbuhan bisnis. Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh double digit. Penyaluran kredit tetap solid.
Per Juni 2025, total nasabah Bank Jago mencapai 17,2 juta. Termasuk 13,7 juta nasabah funding pengguna Aplikasi Jago dan Jago Syariah. Jumlah pengguna tersebut meningkat lebih dari 3 juta dibandingkan posisi yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan jumlah nasabah funding sejalan dengan penghimpunan DPK mencapai Rp 22,4 triliun. Melesat 51 persen dibandingkan posisi tahun lalu sebanyak Rp 14,8 triliun.
"Mengamati potensi risiko dari situasi perekonomian yang penuh tantangan serta mencermati peluang yang ada, kami berhasil menjaga momentum kuat pertumbuhan bisnis dan membangun kepercayaan nasabah terhadap produk dan layanan kami," terang Direktur Utama Bank Jago Arief Harris Tandjung, Kamis (24/7).
Dari sisi pembiayaan, bank digital berkode emiten ARTO itu menyalurkan kredit senilai Rp 21,4 triliun hingga akhir Juni 2025. Tumbuh 37 persen dari posisi akhir Juni tahun lalu sebesar Rp 15,7 triliun. Kolaborasi dengan berbagai mitra masih menjadi strategi andalan. Seperti ekosistem dan platform digital, perusahaan pembiayaan, serta lembaga keuangan lainnya.
Bank Jago juga menawarkan pinjaman langsung berbasis aplikasi. Arief memastikan penyaluran dilakukan dengan hati-hati. Tecermin dari rasio kredit bermasalah alias non-performing loan (NPL) gross yang rendah. Hanya 0,3 persen, jauh di bawah rata-rata perbankan nasional.
"Kolaborasi dengan mitra ekosistem terus menjadi kontributor utama bisnis kami. Namun, kami juga menyadari pentingnya melakukan diversifikasi, konsisten berinovasi, serta menciptakan produk dan layanan yang mampu memberikan kontribusi signifikan di masa depan," bebernya.
Pertumbuhan kredit, lanjut dia, mendorong kenaikan total aset Bank Jago menjadi Rp 32,4 triliun. Meningkat 34 secara tahunan. Kombinasi pertumbuhan DPK dan kredit yang solid membuat laba bersih Bank Jago sebesar Rp 127 miliar. Melesat 154 persen secara year-on-year (YoY).
Rasio kredit terhadap DPK atau loan-to-deposit ratio (LDR) berada di level 96 persen. Mencerminkan kondisi likuiditas yang sehat. Sementara itu, rasio kecukupan modal alias capital adequacy ratio (CAR) sebesar 35,9 persen.
"Pencapaian ini terus memotivasi kami untuk senantiasa berinovasi dan berkolaborasi dengan ekosistem digital agar dapat memberikan layanan yang lebih baik kepada nasabah dan menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan," tandasnya.

Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Prediksi Skor Meksiko vs Inggris di Piala Dunia 2026: Kelemahan 3 Singa di Estadio Azteca
Prediksi Skor Brasil vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Statistik Vikings Siap Hancurkan Samba
Prediksi Skor Brasil vs Norwegia: Bursa Taruhan Dunia Jagokan Selecao, Opta Beri Peluang Menang 53,6 Persen
Prediksi Skor Meksiko vs Inggris di Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi The Three Lions Demi Lolos Perempat Final!
Prediksi Skor Prancis vs Paraguay: Bursa Taruhan Jagokan Les Bleus, Opta Catat Peluang Menang 79,7 Persen!
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Kanada vs Maroko: Bursa Dunia Sepakat Pilih Atlas Lions, Opta Beri Peluang Menang 51,8 Persen
Prediksi Skor Inggris vs Meksiko: Bursa Taruhan Dunia Tetap Jagokan Three Lions, Rekor Angker Azteca Jadi Ancaman
