Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 Juli 2025 | 16.10 WIB

10 Tips Mengelola Keuangan Rumah Tangga untuk Kesejahteraan Finansial

Ilustrasi uang. (Freepik) - Image

Ilustrasi uang. (Freepik)

JawaPos.com - Mengelola keuangan rumah tangga bukan sekadar soal mencatat pengeluaran atau menabung semata. Dibutuhkan strategi yang terencana agar keuangan tetap stabil, pengeluaran terkendali, dan tujuan finansial keluarga tercapai. 

Apalagi di tengah tekanan kebutuhan hidup yang terus meningkat, penting bagi setiap keluarga untuk memahami cara mengatur pendapatan dengan efektif, termasuk membuat perencanaan jangka pendek dan panjang. 

Dengan manajemen keuangan yang baik, hidup pun bisa menjadi lebih tenang dan terhindar dari stres akibat masalah finansial.

Berikut ini 10 tips yang bisa diterapkan agar kondisi keuangan rumah tangga tetap sehat dan hemat seperti dirangkum dari laman Sahabat Pegadaian.

1. Atur Alokasi Pendapatan dengan Tepat

Langkah awal dalam merancang keuangan rumah tangga adalah membagi penghasilan secara proporsional. Diskusikan bersama pasangan mengenai porsi yang ideal untuk kebutuhan pokok, tabungan, investasi, dan hiburan. 

Kamu bisa menggunakan metode 50/30/20, yaitu 50 persen untuk kebutuhan utama seperti makanan, tagihan, dan tempat tinggal, 30 persen, untuk keinginan atau gaya hidup, dan 20 persen untuk tabungan dan investasi.

2. Rutin Mencatat Semua Pengeluaran

Mencatat pengeluaran membantu mengetahui ke mana uang pergi dan menghindari pengeluaran yang tidak disadari. Gunakan catatan manual, spreadsheet, atau aplikasi keuangan untuk mendokumentasikan seluruh transaksi, mulai dari biaya sekolah anak, tagihan rumah, belanja bulanan, hingga bensin. Kebiasaan ini akan membuat kamu lebih bijak dalam membuat keputusan finansial.

3. Tetapkan Skala Prioritas Kebutuhan

Saat merinci pengeluaran, buatlah daftar berdasarkan prioritas. Bedakan kebutuhan menjadi tiga kategori, yakni Primer yaitu kebutuhan pokok seperti makanan, tempat tinggal, listrik, dan air; Sekunder yaitu kebutuhan pendukung seperti pulsa, transportasi, dan langganan internet; dan Tersier kebutuhan pelengkap seperti hiburan atau barang mewah.

4. Bedakan Antara Kebutuhan dan Keinginan

Kunci utama dari keuangan yang sehat adalah mampu membedakan antara kebutuhan (hal yang harus dipenuhi) dan keinginan (hal yang bisa ditunda). Misalnya, membayar biaya pendidikan anak adalah kebutuhan, sementara membeli gadget terbaru adalah keinginan. Mengendalikan keinginan akan membantu menjaga stabilitas keuangan.

5. Kurangi Belanja yang Kurang Penting

Evaluasi ulang kebiasaan belanja harian dan hindari membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu diperlukan. Biasakan bertanya pada diri sendiri: “Apakah ini butuh atau hanya ingin?” Menahan diri dari pembelian impulsif bisa membantu meningkatkan dana yang bisa disisihkan untuk tabungan atau investasi.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore