
Direktur Utama AXA Financial Indonesia Niharika Yadav (kanan) dan Chief Health Officer Yudhistira Dharmawata (kiri) memaparkan produk AXA Long Term Life Protector. (Agas Putra Hartanto/Jawapos)
JawaPos.com - Penurunan daya beli masyarakat mendorong perusahaan asuransi untuk beradaptasi. Menawarkan polis yang menyesuaikan kemampuan bayar nasabah. Sehingga memberikan opsi berdasarkan kebutuhan tanpa menurunkan pertanggunan.
Chief Health Officer AXAFinancial Indonesia Yudhistira Dharmawata optimistis penjualan produk asuransi positif tahun ini. Dengan memberikan kemudahan untuk bisa menyesuaikan dengan kebutuhan perlindungan. Sehingga preminya bisa lebih ekonomis.
"Sekali lagi bukan harus nurunin pertanggungan atau mengubah masa bayar. Tapi kita juga berikan opsi masa pertanggungan lebih pendek yang sesuai kebutuhan," ucapnya saat peluncuran AXA Long Term Life Protector di kawasan Kuningan, Kamis (16/1).
Menurut dia, produk asuransi jiwa harus dirancang untuk memastikan stabilitas keuangan nasabah. Salah satunya, AXA Long Term Life Protector yang memiliki nilai jual variasi jangka waktu perlindungan yang dapat dimodifikasi. Memilih jangka waktu perlindungan dan tingkat perlindungan sesuai bujet.
Seperti pilihan pembayaran premi selama 5 tahun, 10 tahun, atau sepanjang jangka waktu masa asuransi. Jangka waktu perlindungan juga bisa disesuaikan mulai dari usia 60 hingga 90 tahun.
"Produk ini jadi produk utama kami di tahun ini, apalagi secara data permintaan pada asuransi tradisional cukup meningkat. Hanya saja kami juga mempersiapkan beragam asuransi sesuai preferensi nasabah hingga akhir tahun ini," jelas Yudhistira.
Berdasarkan data dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) pada kuartal III 2024, total pendapatan premi senilai Rp 132,27 triliun. Asuransi jiwa tradisional menyumbang dengan pendapatan premi Rp 78,4 triliun. Meningkat sebesar 15,9 persen secara year-on-year (YoY).
Direktur Utama AXA Financial Indonesia Niharika Yadav melihat terjadi pergeseran preferensi masyarakat Indonesia terhadap produk asuransi jiwa tradisional dalam beberapa tahun terakhir. Fenomena ini mendorong perusahaan merancang produk yang memberi hak kepada nasabah untuk menentukan jangka waktu dan besaran perlindungannya. Juga memanfaatkan platform digital untuk memberikan fleksibilitas komprehensif.
"Kami berkomitmen untuk memberikan solusi terbaik yang sesuai dengan kebutuhan setiap individu," jelasnya.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
