
Petugas menyusun tumpukan uang di Cash Pooling Bank Mandiri, Jakarta, Kamis (23/6/2022). ANTARA
JawaPos.com - Perbankan optimistis permintaan kredit pada kuartal II 2023 semakin menguat. Terutama di sektor industri potensial seperti pengolahan, perdagangan, dan konsumsi rumah tangga. Sejalan dengan prospek kondisi ekonomi domestik yang stabil tumbuh di kisaran 5 persen.
Direktur Manajemen Risiko Ahmad Siddik Badruddin mengatakan, portofolio restrukturisasi kredit terdampak Covid-19 terus menunjukkan perkembangan positif. Outstanding balance dari restrukturisasi kredit terus menurun.
Per akhir Maret berada di posisi Rp 31,2 triliun. Jauh lebih rendah daripada posisi outstanding balance tertinggi pada Juni 2021 di level Rp 96,49 triliun.
"Memastikan kualitas kredit terjaga. Dari total Rp 96,49 triliun, yang jadi NPL hanya 1,7 persen. Kemudian loan at risk (LAR), termasuk restrukturisasi Covid-19, pada Maret mencapai 11,7 persen. Menurun signifikan dari posisi Maret tahun lalu di 17,2 persen," terang Siddik saat ditanya Jawa Pos.
Dari portofolio tersebut, lebih dari 91 persen telah melakukan pembayaran kembali. Baik berupa partial payment, full payment, ataupun pelunasan. Karena itu, Bank Mandiri mengestimasi sebagian besar portofolio restrukturisasi Covid-19 akan pulih dan mampu kembali membayar kewajiban keuangan.
"Dalam hal masih ada debitur yang memerlukan relaksasi lanjutan, kami akan memberikan program restrukturisasi reguler," imbuhnya.
Mengantisipasi penurunan kualitas kredit untuk debitur tertentu pasca-masa relaksasi, bank berlogo pita emas itu telah menambahkan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) sebesar Rp 2,86 triliun. Sedangkan CKPN coverage terhadap NPL keseluruhan ada di level 336,6 persen. Meningkat 70 persen year-on-year (YoY).
Siddik akan memonitor kinerja bisnis debitur, early warning signal, maupun terus memantau kewajiban pembayaran. Khususnya bagi debitur restrukturisasi Covid-19. "Sehingga kami cukup optimistis memberikan guidance cost of credit sekitar 1,3 sampai 1,5 persen," tuturnya.
Optimalisasi segmen potensial dan digital perseroan yang matang sukses membawa Bank Mandiri membukukan kinerja keuangan yang positif pada kuartal I 2023. Tecermin dari perolehan laba bersih konsolidasi yang mencapai Rp 12,6 triliun. Melesat 25,2 persen secara YoY. (han/bil/c7/dio)

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
