
Ilustrasi Gedung Bursa Efek Indonesia
JawaPos.com - Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan masih menormalkan posisinya dari area jenuh beli sehingga tren penurunan masih berlanjut.
Analis PT Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan, pergerakan IHSG pada pekan depan diperkirakan mencoba kembali menguat meski tipis dengan asumsi pelaku pasar memanfaatkan pelemahan sebelumnya untuk kembali masuk.
“Pergerakan IHSG di pekan depan diperkirakan akan berada pada kisaran level batas bawah (support) 6.265-6.278 dan batas atas (resisten) 6.389-6.412,” ujarnya di Jakarta, Minggu (17/3).
Mengamati perdagangan pekan lalu, imbuh Reza, kembali adanya aksi jual membuat pergerakan IHSG belum keluar dari zona merah. Aksi jual masih kerap terjadi sehingga pelemahan masih terjadi.
“Meski laju Rupiah mulai menguat jelang akhir pekan namun, belum cukup kuat mengangkat IHSG,” tuturnya.
Menurutnya, harapan akan terjadinya penguatan terjadi dimana laju IHSG mampu kembali berbalik menguat pada perdagangan awal pekan kemarin.
“Positifnya sejumlah bursa saham global, laju Rupiah yang mampu kembali terapresiasi, dan adanya pemberitaan positif bahwa Pemerintah berencana menyelesaikan sejumlah kebijakan sebelum akhir Maret, di antaranya revisi tax holiday, tax allowance, penurunan tarif PPh UKM, dan lainnya hingga komitmen Jepang dalam pembiayaan proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya turut direspons positif,” jelasnya.
Meskipun demikian, pasca menguat, laju IHSG kembali melemah. Harapan untuk tidak dilakukan aksi profit taking tampaknya tidak terjadi sehingga IHSG pun berbalik melemah.
Bahkan adanya pendapat dari Kemenkeu mengenai insentif pajak Indonesia akan mendorong investasi yang lebih menarik dari tawaran investasi negara-negara lain, serta kembali terapresiasinya Rupiah tidak cukup kuat mempertahankan IHSG di zona hijaunya.
Menurutnya, kepanikan berlebih dalam menanggapi sentimen yang ada membuat pelaku pasar kembali menderita karena kegelisahan yang dibuat mereka sendiri setelah terimbas pelemahan bursa saham Asia yang merespon negatif pemecatan Tillerson sebagai Menlu AS oleh Presiden Trump.
Di sisi lain, adanya sejumlah pernyataan positif dari dalam negeri dan kembali terapresiasinya Rupiah belum cukup kuat mengangkat IHSG ke zona hijau.
Pergerakan IHSG cenderung kembali melemah seiring kembali khawatirnya terjadinya perang dagang dengan penerapan tarif impor AS membuat sejumlah indeks saham global melemah dan berimbas pada turunnya IHSG.
Mulai membaiknya laju sejumlah bursa saham Asia tidak mampu mengangkat IHSG yang cenderung tertekan seiring respons negatif terhadap rilis kembali terjadinya defisit neraca perdagangan dan meningkatnya jumlah utang negara per Februari.
Seperti diketahui, asing mencatatkan nett sell Rp 2,86 triliun dari pekan sebelumnya nett sell Rp 4,51 triliun. Masih maraknya aksi jual membuat posisi transaksi asing menjadi net sell, yang hingga pekan kemarin membuat nilai transaksi asing tercatat bersih bersih Rp 17,92 triliun di atas sebelumnya yang masih net sell Rp 13,93 triliun (YTD).
“Meski diharapkan ada pergerakan positif namun, tetap mewaspadai juga terdapat potensi pelemahan lanjutan seiring belum adanya sentimen positif yang cukup signifikan mengangkat IHSG,” tandasnya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
