Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 10 Januari 2017 | 02.33 WIB

e-Warong Solusi Ekonomi Keluarga Miskin

Ibu Rumah Tangga Peserta PKH Penerima Program e-Warong - Image

Ibu Rumah Tangga Peserta PKH Penerima Program e-Warong

JawaPos.com - Kementerian Sosial (Kemensos) terus menggulirkan program e-warong atau Warung Gotong Royong yang memberdayakan warga kurang mampu lebih mandiri. Penerimanya merupakan masyarakat prasejahtera yang mendapat Program Keluarga Harapan (PKH).


Dengan berbelanja di e-warong dengan kartu yang terkoneksi dengan perbankan, masyarakat dapat menggunakan kartu ajaib tersebut di berbagai transaksi.


Dirjen Penanganan Fakir Miskin Kemensos Andi ZA Dulung saat meresmikan e-warong di Depok bersama Mensos Khofifah Indar Parawangsa menjelaskan, peluncuran ini menjadi komitmen dalam pengentasan kemiskinan semua program termasuk inklusi keuangan dengan bantuan sosial bersifat non tunai. Sedikitnya sudah ada 186 e-warong yang tersebar di seluruh Indonesia.


“Depok kota yang termasuk kecil angka kemiskinannya cuma 2,3 persen. PKH bertambah besar sekarang 11.400 keluarga. Karena memang ada peningkatan cukup besar tadinya PKH 3,5 juta keluarga kita naikkan 6 juta di 2016,” kata Andi di Balaikota Depok, Senin (9/1).


Pembentukan e-warong menyediakan pemasaran produk yang telah ditetapkan dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) seperti gula dan beras. Badan hukum dilakukan oleh koperasi dengan bekerjasama dengan perbankan. Sehingga saat mendapatkan pengisian (top up) dana PKH, masyarakat bisa menarik uang tunai seperti tabungan untuk biaya sekolah atau membeli kebutuhan.


“Ini yang diinginkan agar ekonomi rakyat, kampung bisa berputar ada transaksi non tunai. Jadi kartu ini akan buka akses ibu-ibu yang belum mengerti perbankan akhirnya mengerti perbankan. Direksi bank pun tersenyum punya nasabah baru. Nantinya ada keluarga mandiri ambil Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari bank,” kata Andi.


e-Warong sudah memiliki badan hukum koperasi dan dapat menjadi simpan pinjam agar ibu rumah tangga terbebas dari rentenir.

Wali Kota Depok Mohammad Idris menjelaskan, program ini menjadi inovasi meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tak mampu dan menurunkan tingkat kemiskinan di Indonesia. Tak hanya beras dan gula, masyarakat juga dapat membeli gas 3 kg nantinya di e-warong.


“Dari 2 juta penduduk Depok. Ada 150 ribuan warga miskin dan PKH ada 11 ribu yang menerima beras miskin 43 ribu. Banyak warga miskin belum tercover. Dengan adanya program strategis ini, lurah tak repot lagi distribusi raskin. Dana pendamping PKH dari Kemensos Rp 2,5 juta, kami beri dana pendampingan dari APBD Rp 800 ribu,” jelas Idris. (cr1/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore