
Ibu Rumah Tangga Peserta PKH Penerima Program e-Warong
JawaPos.com - Kementerian Sosial (Kemensos) terus menggulirkan program e-warong atau Warung Gotong Royong yang memberdayakan warga kurang mampu lebih mandiri. Penerimanya merupakan masyarakat prasejahtera yang mendapat Program Keluarga Harapan (PKH).
Dengan berbelanja di e-warong dengan kartu yang terkoneksi dengan perbankan, masyarakat dapat menggunakan kartu ajaib tersebut di berbagai transaksi.
Dirjen Penanganan Fakir Miskin Kemensos Andi ZA Dulung saat meresmikan e-warong di Depok bersama Mensos Khofifah Indar Parawangsa menjelaskan, peluncuran ini menjadi komitmen dalam pengentasan kemiskinan semua program termasuk inklusi keuangan dengan bantuan sosial bersifat non tunai. Sedikitnya sudah ada 186 e-warong yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Depok kota yang termasuk kecil angka kemiskinannya cuma 2,3 persen. PKH bertambah besar sekarang 11.400 keluarga. Karena memang ada peningkatan cukup besar tadinya PKH 3,5 juta keluarga kita naikkan 6 juta di 2016,” kata Andi di Balaikota Depok, Senin (9/1).
Pembentukan e-warong menyediakan pemasaran produk yang telah ditetapkan dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) seperti gula dan beras. Badan hukum dilakukan oleh koperasi dengan bekerjasama dengan perbankan. Sehingga saat mendapatkan pengisian (top up) dana PKH, masyarakat bisa menarik uang tunai seperti tabungan untuk biaya sekolah atau membeli kebutuhan.
“Ini yang diinginkan agar ekonomi rakyat, kampung bisa berputar ada transaksi non tunai. Jadi kartu ini akan buka akses ibu-ibu yang belum mengerti perbankan akhirnya mengerti perbankan. Direksi bank pun tersenyum punya nasabah baru. Nantinya ada keluarga mandiri ambil Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari bank,” kata Andi.
e-Warong sudah memiliki badan hukum koperasi dan dapat menjadi simpan pinjam agar ibu rumah tangga terbebas dari rentenir.
Wali Kota Depok Mohammad Idris menjelaskan, program ini menjadi inovasi meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tak mampu dan menurunkan tingkat kemiskinan di Indonesia. Tak hanya beras dan gula, masyarakat juga dapat membeli gas 3 kg nantinya di e-warong.
“Dari 2 juta penduduk Depok. Ada 150 ribuan warga miskin dan PKH ada 11 ribu yang menerima beras miskin 43 ribu. Banyak warga miskin belum tercover. Dengan adanya program strategis ini, lurah tak repot lagi distribusi raskin. Dana pendamping PKH dari Kemensos Rp 2,5 juta, kami beri dana pendampingan dari APBD Rp 800 ribu,” jelas Idris. (cr1/JPG)

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
