
COO Danantara Indonesia Dony Oskaria berbicara saat Pers Danantara Indonesia Dan Garuda, di Garuda Sentra Operasi, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (13/11/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) Dony Oskaria menargetkan pemangkasan 15 badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang asuransi menjadi 3 BUMN tuntas pada 2026.
"Kita punya 15 perusahaan asuransi yang saat ini sedang dilakukan proses konsolidasi. Tahun 2026 ini akan kami 'push' untuk dilakukan (konsolidasi), hanya akan menjadi 3 perusahaan asuransi,” ujar Dony dalam acara “Danantara: Menggerakkan Raksasa, Menyalakan Mesin Ekonomi Indonesia” yang digelar di Jakarta, Rabu (28/1).
Ia menyampaikan bahwa tiga asuransi itu terdiri atas asuransi jiwa, asuransi umum, dan asuransi kredit. “Tapi yang asuransi kredit masih kami review juga. Nanti akan dibagi mana yang memang asuransi umum murni, mana yang penjaminan. Ini kami sedang diskusikan dengan OJK,” kata Dony.
Ia menyampaikan, asuransi merupakan salah satu industri yang tata kelolanya harus ditingkatkan di Indonesia. Dalam satu bulan ini, lanjut dia, ia sudah bertemu dengan OJK sebanyak dua kali untuk membahas mengenai asuransi.
Pembahasan tersebut meliputi tata kelola asuransi, potensi risiko yang ada di industri asuransi, serta potensi pertumbuhan perusahaan asuransi. “Kami lakukan pemetaan permasalahan yang ada di perusahaan asuransi BUMN. Harus diakui, bahwa perusahaan-perusahaan asuransi di BUMN menghadapi persoalan yang tidak sedikit,” kata Dony.
Persoalan yang dihadapi oleh BUMN asuransi tak terbatas pada finansial. Akan tetapi, Dony tidak merinci permasalahan lainnya dan menyampaikan langkah-langkah Danantara saat ini adalah melakukan konsolidasi.
Diwartakan sebelumnya, pada September 2025, Managing Director Chief Economist Danantara Reza Yamora Siregar menyampaikan tahapan konsolidasi dimulai dengan klasterisasi seluruh perusahaan asuransi dan reasuransi di bawah satu payung besar, yakni Indonesia Financial Group (IFG) Holding.
Saat ini, tidak semua perusahaan asuransi BUMN berada di bawah IFG. Ia menegaskan, konsolidasi tidak menutup kemungkinan adanya restrukturisasi lebih lanjut bila diperlukan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Prediksi Skor Kosta Rika vs Haiti di CONCACAF: Les Grenadiers Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Israel: The Green Army Diunggulkan Menang
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Deltras FC vs Persiba: Leonard Tupamahu Hafal Gaya Main Tamu
Prediksi Skor Siprus vs Latvia di Liga Nations UEFA: I Galanolefki Menang Tipis di Neo GSP
Prediksi Susunan Pemain Yunani vs Jerman: Klopp Butuh Sentuhan Wirtz
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022