
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai menghadiri acara Pembukaan Perdagangan BEI di Jakarta, Jumat (2/1). (Nurul F/ JawaPos.com)
JawaPos.com-Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan nyaris menyentuh level psikologis Rp 17.000 per dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan, Selasa (20/1). Meski begitu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pelemahan rupiah tersebut belum memberi dampak signifikan terhadap perekonomian nasional.
Purbaya menilai, jika dilihat dari sisi persentase, pelemahan rupiah saat ini masih relatif terbatas dibandingkan level sebelumnya. Hal itu menunjukkan bahwa fondasi sistem ekonomi Indonesia masih cukup terjaga.
“Memang melemah, tapi kalau dilihat dari persentasenya sedikit lah dibanding level sebelumnya. Jadi artinya sistem juga terlihat. Menurut saya dampak ke ekonomi akan minimum,” kata Purbaya saat ditemui di Kawasan Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (20/1).
Ia menekankan, kunci utama menjaga stabilitas rupiah adalah dengan terus memperkuat fundamental ekonomi domestik. Ketika fondasi ekonomi membaik, kepercayaan pasar akan meningkat dan investor akan kembali masuk ke Indonesia.
“Yang penting fondasi ekonomi kita terus diperbaiki. Ekonomi di dalam negeri meningkat, orang akan melihat. Rupiahnya bagus, investor akan balik ke sini, termasuk investor asing,” jelasnya.
Purbaya juga menyinggung pergerakan positif pasar modal sebagai salah satu indikator masuknya aliran dana asing. Menurutnya, penguatan pasar modal tidak mungkin terjadi tanpa partisipasi investor global.
“Karena dilihat di pasar modal, naik kan. Pasar modal enggak mungkin naik kalau enggak ada investor asing yang masuk ke sini juga,” imbuhnya.
Dengan kondisi tersebut, Purbaya optimistis rupiah ke depan berpeluang kembali menguat seiring perbaikan ekonomi yang terus dijaga pemerintah. Ia pun mengingatkan pelaku pasar agar tidak berspekulasi berlebihan terhadap pergerakan nilai tukar.
“Kalau ekonomi kita jaga terus dan kita perbaiki ke depan, rupiah akan cenderung menguat. Jadi untuk spekulator-spekulator, jangan terlalu ambil posisi yang terlalu long,” tegasnya.
Lebih lanjut, Purbaya mengungkapkan pemerintah bersama otoritas terkait telah melakukan rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dengan DPR. Dalam pertemuan tersebut, DPR mendorong agar sinergi kebijakan antarlembaga terus diperkuat.
“Sudah jelas DPR meminta kita untuk lebih sinergi lagi ke depan. Dengan dukungan DPR, kita akan semakin sinergi,” ungkapnya.
Sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), kata dia, diyakini akan menggerakkan seluruh mesin ekonomi nasional.
“Artinya mesin-mesin ekonomi kita akan bergerak semua. Pemerintah, swasta, akan mendorong ekonomi ke tingkat yang lebih cepat lagi,” pungkas Purbaya. (*)

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
