Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 Agustus 2025 | 00.40 WIB

Utang Konsumtif dari Pinjol Capai Rp 76 Triliun, Efek dari Sulitnya Akses Kartu Kredit?

ILUSTRASI: Bijak atur transaksi kartu kredit. (Honest)

JawaPos.com - Masyarakat Indonesia terjebak dengan gaya hidup konsumtif. Lifestyle demikian membuat mereka terjebak dalam utang di pinjam online (pinjol) dan buy now pay later (BNPL) yang cukup tinggi. 

Berdasar data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada April 2025, utang konsumtif lewat pinjol dan BNPL melonjak 33 persen dalam setahun, yakni Rp 76 triliun. Angka itu naik dibanding April 2024 yang hanya pada angka Rp 57 triliun.  

Mirisnya lagi, tingginya utang konsumtif itu, risiko dengan tingkat wanprestasi 90 hari (TWP90) mencapai 2,93 persen di periode yang sama. Angka itu tertinggi sejak 2017.  

Direktur Honest Panji Puntadewa menuturkan, saat ini terjadi pergeseran masyarakat dalam mencari alternatif pembiayaan. Kondisi ini memperlihatkan bagaimana akses kredit yang serba instan tanpa edukasi yang memadai bisa berdampak pada beban finansial jangka panjang. 

Padahal memiliki kartu kredit bisa mengontrol tingkat transaksi seseorang secara berkala. Mulai keseharian, mingguan, maupun tahunan. Sayangnya, masih banyak masyarakat Indonesia belum terakses dengan kartu kredit atau belum percaya diri mengajukan kepemilikan kartu kredit.  

Bahkan masyarakat yang memiliki pekerjaan stabil dan penghasilan cukup pun tidak selalu mudah mendapatkan kartu kredit di Indonesia. Data Bank Indonesia (BI) mencatat penetrasi kepemilikan kartu kredit baru menyentuh sekitar 7 persen dari total populasi pada Januari 2025. Angka itu jauh di bawah negara tetangga seperti Thailand (35 persen) dan Malaysia (30 persen).  

Berangkat dari tantangan tersebut, Panji Puntadewa mengatakan, Honest hadir sebagai satu-satunya fintech di Indonesia yang memiliki izin kartu kredit melalui Honest Card. Honest menggunakan teknologi data alternatif dan evaluasi berbasis perilaku untuk menentukan akses awal, mulai dari Rp 1 hingga Rp 100 juta sesuai dengan profil pengguna.  

Pendekatan itu dirancang agar limit bisa bertumbuh seiring dengan kebiasaan penggunaan yang sehat, bukan langsung besar dan berisiko menimbulkan gagal bayar. Bagi pengguna dengan limit awal Rp 1, kartu tetap berfungsi penuh untuk transaksi sehari-hari, setelah pengguna mengisi kredit.

"Nantinya, limit akan naik secara bertahap seiring pengisian kredit dan pola transaksi yang konsisten dan bertanggung jawab," ujarnya saat ditemui JawaPos.com pada Selasa (19/8). 

Panji menyebut, fitur guided credit growth menjadi inti dari pendekatan Honest Card. Pengguna yang rutin bertransaksi dan menyelesaikan misi di aplikasi akan memperoleh kenaikan limit secara terukur. Honest Card juga membebaskan biaya bunga dan biaya administrasi bulanan bagi pembayaran penuh dan tepat waktu, tanpa biaya tahunan, serta menawarkan reward yang menarik dan relevan untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari minimarket, isi bensin, hingga e-commerce. 

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore