Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 April 2025 | 03.34 WIB

Permintaan Kartu Kredit hingga KKB Seret, Pertumbuhan Kredit Perbankan Triwulan I 2025 Melambat

Ilustrasi: Pameran mobil. (Dok. JawaPos.com) - Image

Ilustrasi: Pameran mobil. (Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Survei perbankan Bank Indonesia (BI) mengindikasikan penyaluran kredit baru pada triwulan I 2025 tetap tumbuh positif. Meskipun lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya, sesuai dengan pola historisnya. Meski, kebijakan penyaluran kredit semakin longgar. 

Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menyatakan, nilai saldo bersih tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru triwulan I 2025 sebesar 55,07 persen. Lebih rendah dibandingkan 97,90 persen pada triwulan sebelumnya. Berdasarkan jenis penggunaannya, kredit baru terindikasi tetap tumbuh di seluruh jenis kredit. 

"Yakni pada kredit modal kerja, kredit investasi, dan kredit konsumsi dengan SBT masing-masing sebesar 60,35 persen, 35,62 persen, dan 59,25 persen," kata Denny, Senin (28/4). 

Kredit konsumsi yang termoderasi, lanjut dia, bersumber dari perlambatan permintaan kartu kredit, kredit multiguna, kredit tanpa agunan, serta penurunan kredit kendaraan bermotor. Sementara itu, peningkatan terjadi pada kredit properti. Yakni kredit pemilikan rumah (KPR)/kredit pemilikan apartemen (KPA) yang tumbuh dengan SBT sebesar 79,46 persen. 

BI menunjukkan bahwa kebijakan penyaluran kredit pada triwulan I 2025 terindikasi lebih longgar dibandingkan triwulan sebelumnya. Tecermin dari indeks lending standard (ILS) yang bernilai negatif sebesar 1,32 persen. Turun dari 0,18 persen pada triwulan IV 2024. 

Beberapa aspek kebijakan penyaluran kredit yang terindikasi lebih longgar antara lain terdapat pada aspek agunan. Kebijakan penyaluran kredit yang diprakirakan lebih longgar juga terjadi pada aspek suku bunga kredit dan persyaratan administrasi.

"Sementara itu, premi kredit berisiko dan plafon kredit diprakirakan sedikit lebih ketat," terangnya.

Analisis uang beredar menunjukkan, penyaluran kredit perbankan pada Maret 2025 sebesar Rp 7.816,4 triliun. Tumbuh 8,7 persen year-on-year (YoY) setelah tumbuh 9,7 persen YoY pada bulan sebelumnya. Penyaluran kredit kepada debitur korporasi dan perorangan naik masing-masing sebesar 13,1 persen YoY dan 4,0 persen YoY. 

Berdasarkan jenis penggunaan, kredit modal kerja (KMK) naik 6,1 persen menjadi Rp 3.427,5 triliun. Menurun dibanding pertumbuhan pada Februari sebesar 7,0 persen YoY. Penyaluran KMK terutama bersumber dari pertumbuhan sektor keuangan, real estat, jasa perusahaan, serta sektor industri pengolahan. 

Untuk kredit investasi masih tumbuh double digit sebesar 12,6 persen menjadi Rp 2.153,2 triliun. Bersumber dari sektor pengangkutan dan komunikasi serta industri pengolahan. Sedangkan, kredit konsumsi hanya meningkat 9,2 persen YoY setelah tumbuh 10,2 persen YoY di Februari 2025.  

"Kredit konsumen didorong oleh perkembangan KPR, kredit kendaraan bermotor (KKB), dan kredit multiguna," jelas Denny.  

Di sektor properti, penyaluran kredit mencapai Rp 1.428,1 triliun. Berasal dari pertumbuhan kredit KPR/KPA sebesar 8,9 persen dan kredit real estat 6,4 persen secara tahunan. Sementara kredit konstruksi terkontraksi hanya naik tipis 0,1 persen.

Penurunan kredit tidak terlepas dari kondisi ekonomi dunia. Dalam pertemuan Musim Semi Internasional Monetary Fund (IMF) dan World Bank, Gubernur BI Perry Warjiyo menyuarakan pentingnya tiga hal dalam menghadapi tantangan global. Yakni, perlunya peran aktif organisasi internasional menekankan kebijakan perdagangan internasional yang terbuka, berkomitmen terhadap sistem perdagangan multilateral yang terbuka, inklusif, dan berbasis aturan, serta meminta IMF meningkatkan pengawasan yang didasarkan pada integrated policy framework (IPF). 

"Pengalaman Indonesia dalam menerapkan kebijakan IPF atau bauran kebijakan terbukti bermanfaat dalam mendorong stabilitas dan kinerja perekonomian, serta melindungi dari guncangan kebijakan global yang tidak terduga," ungkap Perry. 

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore