
Ilustrasi: Pameran mobil. (Dok. JawaPos.com)
JawaPos.com - Survei perbankan Bank Indonesia (BI) mengindikasikan penyaluran kredit baru pada triwulan I 2025 tetap tumbuh positif. Meskipun lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya, sesuai dengan pola historisnya. Meski, kebijakan penyaluran kredit semakin longgar.
Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menyatakan, nilai saldo bersih tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru triwulan I 2025 sebesar 55,07 persen. Lebih rendah dibandingkan 97,90 persen pada triwulan sebelumnya. Berdasarkan jenis penggunaannya, kredit baru terindikasi tetap tumbuh di seluruh jenis kredit.
"Yakni pada kredit modal kerja, kredit investasi, dan kredit konsumsi dengan SBT masing-masing sebesar 60,35 persen, 35,62 persen, dan 59,25 persen," kata Denny, Senin (28/4).
Kredit konsumsi yang termoderasi, lanjut dia, bersumber dari perlambatan permintaan kartu kredit, kredit multiguna, kredit tanpa agunan, serta penurunan kredit kendaraan bermotor. Sementara itu, peningkatan terjadi pada kredit properti. Yakni kredit pemilikan rumah (KPR)/kredit pemilikan apartemen (KPA) yang tumbuh dengan SBT sebesar 79,46 persen.
BI menunjukkan bahwa kebijakan penyaluran kredit pada triwulan I 2025 terindikasi lebih longgar dibandingkan triwulan sebelumnya. Tecermin dari indeks lending standard (ILS) yang bernilai negatif sebesar 1,32 persen. Turun dari 0,18 persen pada triwulan IV 2024.
Beberapa aspek kebijakan penyaluran kredit yang terindikasi lebih longgar antara lain terdapat pada aspek agunan. Kebijakan penyaluran kredit yang diprakirakan lebih longgar juga terjadi pada aspek suku bunga kredit dan persyaratan administrasi.
"Sementara itu, premi kredit berisiko dan plafon kredit diprakirakan sedikit lebih ketat," terangnya.
Analisis uang beredar menunjukkan, penyaluran kredit perbankan pada Maret 2025 sebesar Rp 7.816,4 triliun. Tumbuh 8,7 persen year-on-year (YoY) setelah tumbuh 9,7 persen YoY pada bulan sebelumnya. Penyaluran kredit kepada debitur korporasi dan perorangan naik masing-masing sebesar 13,1 persen YoY dan 4,0 persen YoY.
Berdasarkan jenis penggunaan, kredit modal kerja (KMK) naik 6,1 persen menjadi Rp 3.427,5 triliun. Menurun dibanding pertumbuhan pada Februari sebesar 7,0 persen YoY. Penyaluran KMK terutama bersumber dari pertumbuhan sektor keuangan, real estat, jasa perusahaan, serta sektor industri pengolahan.
Untuk kredit investasi masih tumbuh double digit sebesar 12,6 persen menjadi Rp 2.153,2 triliun. Bersumber dari sektor pengangkutan dan komunikasi serta industri pengolahan. Sedangkan, kredit konsumsi hanya meningkat 9,2 persen YoY setelah tumbuh 10,2 persen YoY di Februari 2025.
"Kredit konsumen didorong oleh perkembangan KPR, kredit kendaraan bermotor (KKB), dan kredit multiguna," jelas Denny.
Di sektor properti, penyaluran kredit mencapai Rp 1.428,1 triliun. Berasal dari pertumbuhan kredit KPR/KPA sebesar 8,9 persen dan kredit real estat 6,4 persen secara tahunan. Sementara kredit konstruksi terkontraksi hanya naik tipis 0,1 persen.
Penurunan kredit tidak terlepas dari kondisi ekonomi dunia. Dalam pertemuan Musim Semi Internasional Monetary Fund (IMF) dan World Bank, Gubernur BI Perry Warjiyo menyuarakan pentingnya tiga hal dalam menghadapi tantangan global. Yakni, perlunya peran aktif organisasi internasional menekankan kebijakan perdagangan internasional yang terbuka, berkomitmen terhadap sistem perdagangan multilateral yang terbuka, inklusif, dan berbasis aturan, serta meminta IMF meningkatkan pengawasan yang didasarkan pada integrated policy framework (IPF).
"Pengalaman Indonesia dalam menerapkan kebijakan IPF atau bauran kebijakan terbukti bermanfaat dalam mendorong stabilitas dan kinerja perekonomian, serta melindungi dari guncangan kebijakan global yang tidak terduga," ungkap Perry.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
