Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 April 2025 | 01.51 WIB

Kondisi Pasar Keuangan Masih Tertekan, Bank Mandiri Siapkan Strategi Likuiditas

Transaksi menggunakan scan QRIS lewat super apps Livin - Image

Transaksi menggunakan scan QRIS lewat super apps Livin

JawaPos.com - Kondisi pasar keuangan dalam negeri masih belum bisa keluar dari tekanan global. Perbankan memastikan likuiditas valuta asing (valas) tetap terjaga. Didukung strategi pengelolaan yang prudent, fleksibel, dan diversifikasi sumber dana yang solid.

Penyaluran kredit valas Bank Mandiri menunjukkan akselerasi positif sepanjang 2024. Per 31 Desember 2024, pertumbuhan kredit valas mencapai 10,12 persen year-on-year (YoY). "Sejalan dengan komitmen kami dalam mendukung pembiayaan nasabah global, khususnya pelaku usaha yang membutuhkan eksposur dalam mata uang asing," ucap Corporate Secretary Bank Mandiri M. Ashidiq Iswara kepada Jawa Pos, Rabu (9/4).

Pada periode yang sama, dana pihak ketiga (DPK) valas juga tumbuh 5,92 persen YoY. Transaksi terbanyak masih berasal dari aktivitas trade finance dan treasury. Yang mana menjadi kebutuhan utama nasabah korporasi dengan jaringan internasional.

Untuk menjaga likuiditas valas, Bank Mandiri memiliki berbagai macam alternatif untuk melakukan pendanaan. Yakni, strategi penghimpunan DPK valas maupun pendanaan non-DPK alias wholesale funding melalui transaksi yang sifatnya bilateral, club deal, ataupun penerbitan surat utang.

Ashidiq meyakini melalui strategi pengelolaan likuiditas valas yang prudent, fleksibel, serta didukung oleh diversifikasi sumber dana yang solid akan menjaga perseroan tetap kuat. Terutama, menjaga kestabilan dan kecukupan likuiditas secara berkelanjutan.

"Terbaru, kami baru saja menerbitkan Euro Medium Term Note (EMTN) senilai USD 800 juta pada 24 Maret 2025 dengan proceed yang digunakan untuk pengembangan bisnis perseroan," tandasnya.

Hingga pukul 18.00, indeks dolar Amerika Serikat (USD) melemah 0,60 persen ke level 102,29. Sementara nilai tukar rupiah, mengutip data Bloomberg Market Spot Rate, berada di level Rp 16.872,5 per USD. Setelah sempat dibuka melemah 0,3 persen.

Untuk pasar obligasi, imbal hasil obligasi rupiah pemerintah Indonesia tenor 10 tahun naik 6,80 basis point (bps) ke level 7,14 persen. Sementara imbal hasil US Treasury tenor 10 naik 7,35 bps ke 4,36 persen.

"Sentimen pasar berspekulasi bahwa The Fed (The Federal Reserve) akan segera memangkas suku bunga lebih cepat," ucap Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro.

Dia menjelaskan, ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed (FFR) pada 2025 meningkat menjadi 100 bps. Bahkan sempat mencapai 125 bps. Dipicu oleh kebijakan tarif agresif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memicu kekhawatiran resesi global.

Tarif Trump resmi berlaku hari ini. Negosiasi tarif dengan Tiongkok berlangsung alot. Trump berencana menerapkan tarif impor sebesar 104 persen terhadap Tiongkok setelah negosiasi perdagangan antara kedua negara gagal mencapai kesepakatan.

Hingga saat ini, Trump masih berupaya melakukan pembicaraan dengan beberapa pemimpin negara. Untuk mencari kemungkinan kesepakatan yang dapat meringankan tarif terhadap negara-negara tertentu.

Presiden AS asal Partai Republik itu juga menandatangani perintah eksekutif baru untuk menghidupkan kembali industri batu bara. Dia mengatakan untuk mengembalikan lebih dari 30 ribu pekerja batu bara AS yang diberhentikan dalam satu dekade terakhir. Langkah ini diambil meskipun konsumsi batu bara di sektor kelistrikan terus turun akibat meningkatnya penggunaan gas alam dan energi terbarukan.

Sentimen dalam negeri, Presiden Prabowo meminta kementerian terkait untuk menghilangkan aturan pembatasan impor. Sehingga mendorong optimisme investor terhadap prospek kinerja perusahaan dan ekonomi secara keseluruhan.

Asmo memperkirakan, pasar keuangan global masih bergerak volatil dalam pekan ini di tengah kekhawatiran atas kebijakan tarif baru Donald Trump terhadap Tiongkok. Negosiasi tarif kedua negara yang gagal meningkatkan risiko perlambatan ekonomi global. Serta mendorong ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed yang lebih agresif pada tahun ini.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore