Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 4 September 2024 | 17.52 WIB

BCA Dorong UMKM Surabaya Masuk Pasar Ekspor, Targetkan Pertumbuhan Kredit 15%

Kakanwil III BCA Hendrik Sia, Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK Horas Tarihoran. dan EVP Corcom & Social Responsibility BCA Hera Haryn di UMKM Indonesia Go Export. (Puguh/Jawa Pos) - Image

Kakanwil III BCA Hendrik Sia, Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK Horas Tarihoran. dan EVP Corcom & Social Responsibility BCA Hera Haryn di UMKM Indonesia Go Export. (Puguh/Jawa Pos)

JawaPos.com - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung kinerja Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Selain terus menyalurkan pembiayaan, BCA juga berupaya membina pengusaha kecil agar dapat mengembangkan usaha mereka, termasuk memperluas jangkauan pasar hingga ke luar negeri.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera Haryn, menjelaskan bahwa pihaknya ingin membantu UMKM di berbagai wilayah untuk mencapai potensi maksimal mereka. Oleh karena itu, BCA memperluas jangkauan program pembinaan ekspor yang telah dijalankan sejak tahun lalu.

"Pada 2023, kami melaksanakan program di Jogja dan Semarang dan berhasil membimbing dua UMKM dalam melakukan ekspor. Tahun ini, kami memperluas cakupan ke tiga kota baru yaitu Malang, Bandung, dan Surabaya," ungkap Hera.

Salah satu hasil positif dari program tersebut adalah pendampingan terhadap Wastraloka yang berhasil mengekspor produk unggulannya ke salah satu negara di Asia tahun lalu. BCA juga membantu Prospero Food Realcho dalam mengirimkan produk cocoa powder sebanyak 34 metrik ton dengan nilai transaksi mencapai USD 57.800 (sekitar Rp 907 juta) pada Agustus lalu.

Untuk tahun ini, BCA telah melakukan kurasi terhadap 21 UMKM di Surabaya dari 50 yang terjaring. Mereka akan dilatih untuk menghitung operasional, margin, dan mempersiapkan perizinan yang diperlukan untuk ekspor.

"Memang tidak bisa dipastikan berapa banyak yang benar-benar bisa mengirimkan produk ekspor, namun kami ingin memberikan pembinaan agar mereka memiliki akses ke pasar internasional," ujar Hera.

Hera menegaskan bahwa keberadaan UMKM sangat vital bagi perekonomian Indonesia. Sektor ini menyumbang 61 persen dari produk domestik bruto (PDB) atau setara dengan Rp 9.580 triliun. UMKM juga menyerap sekitar 117 juta pekerja, atau 97 persen dari total tenaga kerja pada tahun lalu. Namun, kontribusi UMKM dalam ekspor baru mencapai 16 persen.

Secara konvensional, BCA telah berupaya untuk masuk ke segmen pembiayaan UMKM. Pada semester pertama tahun ini, pertumbuhan kredit UMKM mencapai 12,7 persen, melebihi pertumbuhan kredit industri.

"Memang, 50 persen kredit kami ada di segmen korporasi, karena segmen UMKM masih relatif baru bagi kami. Namun, pertumbuhan kredit UMKM menunjukkan perkembangan yang eksponensial," paparnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah III BCA, Hendrik Sia, mengatakan bahwa potensi pengembangan UMKM di Jawa Timur perlu mendapatkan perhatian khusus. Di wilayah yang dinaungi, yaitu Jawa Timur bagian Utara, pihaknya menargetkan pertumbuhan kredit UMKM hingga 15 persen tahun ini. Menurutnya, target tersebut dapat tercapai mengingat antusiasme pelaku UMKM dalam mendapatkan pembiayaan.

"Saat ini, kontribusi kredit segmen UMKM sudah cukup signifikan, yaitu 20 persen dari total kredit yang disalurkan. Meskipun ekonomi sedang lambat, kami melihat kinerja UMKM ini cukup baik," terang Hendrik.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore