Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 19 November 2023 | 23.52 WIB

Dana Pendidikan Anak atau Dana Pensiun, Mana Lebih Prioritas? Rencanakan Lebih Awal, Bijak Mengatur Porsi

Ilustrasi investasi. - Image

Ilustrasi investasi.

Menyiapkan dana pendidikan anak jadi salah satu tugas orang tua di antara berbagai tuntutan kebutuhan keuangan lainnya. Namun, dana pensiun juga penting agar kelak di usia senja orang tua tidak menjadi beban bagi anak.

---

DANA pendidikan anak maupun dana pensiun merupakan dua prioritas yang harus dipersiapkan dengan baik. Dua hal itu penting. Juga, membutuhkan dana yang besar.

Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia Krizia Maulana menjelaskan, ada tiga langkah yang bisa dilakukan untuk mempersiapkannya.

Pertama, isi penuh dulu pos dana darurat. Krizia menuturkan, orang tua ingin agar anak-anaknya memiliki kehidupan yang lebih baik dibandingkan mereka. Sebab, pendidikan tinggi merupakan salah satu faktor pendukung masa depan yang baik.

Namun, biaya pendidikan terus mengalami peningkatan yang cukup tinggi sehingga terkadang dana yang sudah disiapkan tidak cukup. Di saat seperti itu, ada saja orang tua yang menggunakan simpanan dana pensiunnya untuk menutupi kekurangan biaya pendidikan.

Hal seperti itu tidak seharusnya terjadi jika persiapan dana pendidikan sudah memperhitungkan faktor inflasi. ”Namun, jika terpaksa, sebaiknya ambil dari pos dana darurat,” katanya.

”Sangat tidak disarankan untuk mengambil dari pos dana pensiun karena akan mengorbankan kesejahteraan kita di masa depan sekaligus menambah beban keuangan anak (dalam menanggung kebutuhan orang tua di usia lanjut kelak),” lanjut Krizia.

Oleh karena itu, kata Krizia, mengisi penuh pos dana darurat menjadi keharusan bagi setiap rumah tangga agar pengeluaran tak terduga tidak mengganggu pos keuangan lainnya.

Kedua, isi pos dana pensiun sejak masih lajang. Menurut dia, tidak memiliki waktu yang cukup alias terlambat menyiapkan dana untuk masa pensiun telah menjadi kesalahan umum. Padahal, alangkah baiknya jika pos dana ini mulai diisi sejak kita menerima gaji pertama.

Agar ”cicilannya” terasa ringan dan mumpung belum direcoki dengan kewajiban mengisi pos dana pendidikan anak.

”Sebab, semakin mendekati usia pensiun, semakin sempit pula waktu yang kita miliki untuk menyiapkan masa pensiun,” terang Krizia.

Sehingga, porsi atau persentase gaji yang harus disisihkan untuk mengisi pos tersebut harus semakin besar. ”Padahal, kebutuhan hidup semakin meningkat,’’ imbuhnya.

Ketiga, isi kedua pos secara berbarengan dan seimbang. Krizia menjelaskan, ketika anak sudah lahir, tentu orang tua harus mulai menyiapkan dana pendidikan anak, mulai tingkat TK hingga kuliah.

Dengan demikian, pos dana pensiun dan pos dana pendidikan anak harus diisi secara berbarengan dengan porsi yang seimbang.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore