
Head of Research DBS Group Maynard Arif, Director of Public Affairs Praxis Sofyan Herbowo, dan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI August Mellaz dalam PraxiSurvey di Menteng, kemarin (3/8).
JawaPos.com - Jelang pemilihan umum (pemilu), konsumsi rumah tangga diperkirakan bakal meningkat. Khususnya selama masa kampanye. Namun demikian, investasi asing akan tertahan.
Head of Research DBS Group Maynard Arif menuturkan, selama kampanye kebutuhan terhadap makanan-minuman, transportasi, dan jasa lainnya cukup tinggi. Menggerakkan massa tentu memerlukan modal yang tidak sedikit. Masing-masing kandidat bakal menggelontorkan dana untuk menggaet dukungan dan menyemarakkan pesta demokrasi.
Berdasarkan hitungan kasar DBS menilik pemilu sebelumnya, Maynard menyebutkan, dana yang digelontorkan mencapai triliunan rupiah. Untuk kandidat presiden, dana yang dikeluarkan berkisar Rp 5 triliun. Lalu, dana kandidat anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI sekitar Rp 1 miliar.
Sedangkan di daerah, kandidat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi harus merogoh kocek kurang lebih Rp 500 juta. Sedangkan, untuk kandidat DPRD kota/kabupaten sebanyak Rp 100 juta.
"Kampanye dengan banyak orang, tentu butuh makan dan minum. Menyewa bus atau mobil. Para vendor dan UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) akan untung. Artinya ada perputaran uang. Roda perekonomian berputar," kata Maynard di kawasan Menteng, Kamis (3/8).
Dengan demikian, dana yang dikucurkan para kandidat tersebut akan memberi sumbangan terhadap pertumbuhan ekonomi. Terutama di kuartal IV 2023 hingga periode sebelum pemilu. Meski, kontribusinya tidak signifikan.
"Nggak banyak. Bila dikalkulasi ada tambahan sekitar 0,1 sampai 0,2 persen terhadap produk domestik bruto (PDB)," imbuhnya.
Maynard menekankan, pengeluaran tersebut merupakan hitungan kasar. Menghimpun dan merangkum dari berbagai sumber data pemilu-pemilu periode sebelumnya.
Di sisi lain, investasi asing jelang pemilu akan tertahan. Mereka cenderung wait and see.
"Itu mencerminkan kehati-hatian akan hasil pemilu dan dampaknya pada peraturan, reformasi, dan keterbukaan terhadap bisnis," ujar Senior Economist DBS Bank Radhika Rao.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
