
SELAMAT: Sayuri didampingi sang istri, Hermawati, di rumahnya di Desa Sotabar, Kecamatan Pasean, Pamekasan, kemarin. (A YUSRON FARI SANDY/JAWA POS RADAR MADURA
Photo
Masulla Sayuri, nakhoda kapal Bulan Purnama. (MOH ALI MUHSIN/JAWA POS RADAR MADURA)
Persediaan makanan juga kian menipis. Beruntung, ada nelayan lain yang memberi bantuan berupa beras dan mi instan meski tak bisa mengevakuasi mereka.
Sementara, kapal terus diseret arus hingga mendekati Pulau Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah. Keenam ABK semakin panik. Sebab, kondisi kapal mereka semakin tak stabil. Air semakin merangsek ke kapal. Tak ada yang bisa mereka perbuat, kecuali pasrah dan berdoa agar selamat. Atau, meninggal dalam kondisi syahid.
Harapan untuk selamat kembali bersemi saat ada perahu yang melintas. Namun, lagi-lagi bantuan tak bisa diberikan. ”Karena perahunya juga kecil dan ombak besar. Tapi, dia masih bisa menghubungi temannya yang memiliki kapal besar,” ujarnya.
Saat itu kondisi Bulan Purnama sudah semakin mengkhawatirkan. Sebagian badan kapal sudah karam. Beruntung, sekitar sejam kemudian, kapal yang dihubungi datang.
Massulah mengakui, ketika itulah dirinya mulai tenang dan yakin akan selamat. Meski, tetap saja bisa masuk ke kapal besar tersebut tidaklah mudah. Sebab, kondisi ombak begitu besar. Dia dan kelima rekannya harus memegang tali tampar yang diberikan kapal penolong.
”Kami meloncat dari kapal yang kami tumpangi dan bersama teman-teman saling pegang erat-erat. Kalau terlepas, bisa hilang terhanyut ombak,” kenang pria 50 tahun tersebut ketika ditemui Jawa Pos Radar Madura di rumahnya di desa yang sama dengan Sayuri.
Repotnya lagi, lanjut Massulah, ada teman mereka yang tak bisa berenang. ”Jadi, kami harus berupaya membantu dan memegangnya,” katanya.
Perjuangan akhirnya membuahkan hasil. Semua ABK berhasil dievakuasi ke kapal penolong. Mereka langsung dibawa menuju Pulau Karimunjawa. Sementara, Bulan Purnama dibiarkan tenggelam bersama kayu yang dibawanya.
”Kami berada di sekitar Pulau Karimunjawa itu pada Jumat sekitar pukul 09.00 dan tiba di Pulau Karimunjawa (setelah dievakuasi) pada Sabtu sekitar pukul 10.00. Dari Karimunjawa ke Jepara tiba sekitar jam 10 malam pada hari yang sama,” jelas Sayuri.
Hermawati, istri Sayuri, tentu saja bahagia setelah mendengar kabar suaminya selamat. Hari-hari sebelumnya dilalui hanya dengan berdoa dan menangis memikirkan nasib suami yang tak kunjung datang.
Perempuan 45 tahun itu mengenang, pada Jumat (20/8) saat Bulan Purnama mulai berlayar dari Kalimantan, Sayuri masih menghubunginya sekitar pukul 15.00.
Dia melepas jangkar setelah salat Jumat. Ketika itu sang suami mengatakan sebentar lagi tak bisa dihubungi karena tak ada sinyal.
Dan, sejak itu tak ada kabar lagi. Nomor yang dihubungi tak bisa lagi dikontak. Padahal, seharusnya mereka tiba selambatnya pada Minggu (22/8). ”Jadi, kami (para istri) nangis tiap malam,” tuturnya.
Karena tak ada kabar berhari-hari, keluarga ABK sudah mengadakan Yasinan dan doa bersama. Yasinan itu diniatkan agar para ABK selamat dari marabahaya. Dan, kalaupun meninggal, mereka diharapkan mati syahid. ”Tapi, kami masih yakin selamat dan hidup,” ujarnya.
Akibat kejadian tersebut, ABK mengalami kerugian materi sekitar Rp 1 miliar. Meliputi kapal yang karam dan kayu yang dibawa.
Namun, yang terpenting bagi Hermawati dan seluruh keluarga ABK adalah orang-orang yang mereka cintai selamat. ”ABK, termasuk suami saya, dianter ke Suramadu. Kami jemput tadi (kemarin) dan tiba sekitar pukul 10.00,” ucapnya.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
