Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 30 Juli 2018 | 21.09 WIB

Dikenal Banyak Teman dan Hobi Mendaki, Ainul Meninggal di Rinjani

Muhammad Ainul Taksim, 25, pendaki asal Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang meninggal dunia di Gunung Rinjani sewaktu gempa di Lombok. - Image

Muhammad Ainul Taksim, 25, pendaki asal Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang meninggal dunia di Gunung Rinjani sewaktu gempa di Lombok.

JawaPos.com - Gempa berkekuatan 6,4 SR pada Minggu (29/7) kemarin membuat ratusan pendaki terjebak di Gunung Rinjani. Satu orang pendaki bahkan dinyatakan meninggal dunia. Dia adalah Muhammad Ainul Taksim, 25, pendaki asal Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).


Ainul sapaan akrabnya dikabarkan meninggal dunia dalam upaya menyelamatkan diri saat gempa melanda. Ia meninggal dunia akibat luka di kepala. Ayah kandung Ainul, Amrullah, 59, menuturkan awal keberangkatan anak keempat dari enam bersaudara itu pada Rabu (25/7) lalu menuju gunung Rinjani.


"Dia berangkat dengan teman-temannya dari sini tiga orang dan ada temannya di luar sini ada juga jadi total delapan orang dari Makassar," ujarnya saat ditemui di kediamannya di kompleks Bumi Sudiang Raya, Blok J/14, Kelurahan Laikang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Senin (30/7).


Di Lombok, Ainul kembali menjumpai rekannya berjumlah lima orang. Totalnya 13 orang langsung melakukan pendakian. Alumnus Akademi Keperawatan (Akper) Makassar, tahun 2014 itu dijelaskan Amrullah, diketahui merupakan pribadi yang ramah. Karena hobinya berpetualang mendaki dan ke laut, ia memiliki banyak rekan di luar kota Makassar.


"Dia bukan Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) tapi karena hobinya itu mendaki, kalau ndak mendaki dia ke laut, petualang begitu, makanya banyak temannya kalau mau kemana-mana," jelasnya.


Hampir semua gunung di Sulsel lanjutnya, telah didaki oleh anaknya. Ainul bahkan sempat meninggalkan kerjaannya sebagai seorang kontraktor di Kabupaten Bulukumba, Sulsel, beberapa waktu lalu karena cedera di bagian pergelangan tangan.


"Jadi disitu dia operasi, dia istirahat sementara. Nah setelah itu ada tawaran lagi untuk kerja di Enrekang, tapi katanya sebelum sibuk kerja, dia mau tuntaskan dulu pendakiannya di luar Sulsel baru lanjut kerjanya," terangnya.


Karena tekadnya yang begitu besar untuk mendaki, Amrullah kemudian memberikan kebebasan terhadap sang anak untuk menuntaskan keinginan itu.


Saat ini, kakak tertua korban Indah Musdalifah, 30 sudah terbang ke Lombok untuk menjemput jenazah korban. "Tadi pagi sudah pergi anak tertua saya , kakaknya Ainul ke Lombok. Kita tunggu proses administrasi karena Ainul sudah dievakuasi," ucap Amrullah.


Suasana duka juga masih terlihat menyelimuti kediamannya. Kerabat masih menunggu kepulangan jenazah Ainul yang dikabarkan menjadi korban saat berkemah sebelum tiba di puncak Rinjani.


Rencannya Ainul bakal dimakamkan di tempat pemakaman tokoh masyarakat Laikang, di Kelurahan Laikang, Biringkanaya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore