
MISI KEMANUSIAAN: Kru RST Ksatria Airlangga di Pelabuhan Bangsal. Lombok.
Keberadaan Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga sangat membantu korban gempa yang mengalami patah tulang. Namun, sebelum sampai di Lombok, harus melewati perjalanan mendebarkan di Selat Bali.
UMAR WIRAHADI, Lombok Utara
---
SEORANG pria terbaring ringkih di atas bed. Tubuhnya tak bergerak. Itu efek bius yang diberikan oleh tim medis. Sebab, tak lama lagi dokter melakukan tindakan operasi kepada si pasien yang mengalami patah tulang itu.
Meski tidak sadar, tubuh pria 35 tahun tersebut tampak terayun-ayun di atas ranjang. Terombang-ambing. Bukan karena gempa bumi. Itu adalah efek gelombang air laut yang berdebur di Pelabuhan Bangsal, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Maklum, korban gempa tersebut menjalani operasi di rumah sakit sum kapal laut, RST Ksatria Airlangga.
Pada pukul 16.00 Wita, pasien yang bernama Fathurrahman tersebut akhirnya selesai menjalani operasi patah tulang pergelangan kaki kanan. Tindakan selanjutnya adalah pencucian luka.
Tim medis dan relawan memungkasi tugas dengan memasang gips di kaki kanan korban. "Operasi sudah selesai," ujar dr Ghuraba Adisurya, salah seorang dokter yang bertugas, Kamis lalu (23/8).
Pasien pun langsung dipindahkan ke ruang pemulihan. Setelah sekitar 30 menit di ruang itu, warga Desa Medana, Kecamatan Tanjung, KLU, tersebut dipulangkan dengan ambulans. Tentu saja ke tempat pengungsian. Sebab, rumahnya runtuh gara-gara gempa bumi 5 Agustus lalu.
"Setiap hari seperti ini. Pasien datang dan pergi. Tidak bisa diinapkan karena ruangan terbatas," papar Direktur RST Ksatria Airlangga dr Agus Harianto SpB.
Fathurrahman adalah satu di antara puluhan pasien patah tulang yang dioperasi di RST Ksatria Airlangga. Hingga Kamis sore lalu, sudah ada 32 pasien yang ditangani. Seluruhnya korban gempa bumi yang menderita patah tulang.
Bahkan, ada pasien yang sampai diamputasi. Sebab, luka yang diderita dikhawatirkan menyebar sebagai virus ke tubuh pasien. "Masih amputasi jari tangan, bukan tangan atau kaki. Mudah-mudahan tidak ada. Kasihan," ujar Agus.
Untuk sampai ke Pulau Lombok, perjuangan RST Ksatria Airlangga tidak gampang. Butuh tekad baja. Bahkan, pertaruhannya antara hidup dan mati.
Kapal kayu pinisi itu menghadapi ombak ganas saat berlayar. Terutama saat melintasi Selat Bali. Ketinggian ombak 2-3 meter. Sebelum berlabuh di Pelabuhan Bangsal, kapal pinisi yang berbobot 200 gross tonnage itu terombang-ambing di laut lepas.
"Demi misi kemanusiaan, kami sebagai kru kapal rela (menantang badai, Red)," ucap Agus.
Dokter spesialis bedah itu menceritakan, semangat pendirian rumah sakit terapung tersebut memang memberikan pelayanan kesehatan ke daerah-daerah terpencil. Terutama di Indonesia Timur.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Persela Lamongan vs Deltras: Duel Sengit Dua Tim Teratas Grup B Championship
Prediksi Skor PSS Sleman vs PSM Makassar: Super Elang Jawa Berambisi Raih Kemenangan Pertama
Prediksi Skor Arema FC vs Bhayangkara FC: Berpeluang Imbang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Feyenoord vs AZ Alkmaar: Sama-Sama Produktif, Laga Berpotensi Imbang
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Surabaya Panas! Keringat Penjahit, Kipas Angin Laris, dan Tagihan Listrik Bengkak
Prediksi Skor Barcelona vs Getafe di Liga Spanyol: Blaugrana Pesta Gol di Camp Nou
Prediksi Susunan Pemain Como vs AS Roma: Fabregas Siapkan Taktik Subbuteo
Prediksi Skor Racing Santander vs Valencia: Los Che Terdesak, Hasil Imbang Jadi Skenario Realistis
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Emil Audero Incar Poin di Kandang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022