
Manga 'Goodbye, Eri' karya Tatsuki Fujimoto. (Istimewa)
JawaPos.com - Seluruh manusia memiliki satu kemampuan bawaan lahir yang istimewa. Kemampuan yang merupakan sebuah berkah, sekaligus kutukan: mengingat.
Melalui ingatan, manusia bisa hanyut ke masa lalu dan menyelami hal-hal baik maupun buruk yang sudah terpatri selamanya di dalam memori. Segudang pengalaman menyenangkan, rentetan kejadian memalukan, teman-teman yang menyebalkan, ibu yang terlalu cepat berpulang, ayah yang kelewat penyayang, hingga kekasih yang menghilang.
Problemnya, cara kerja ingatan manusia berbeda dengan kamera. Alih-alih menampilkan kejadian autentik layaknya sebuah foto, otak manusia punya kecenderungan untuk merekonstruksi memori setiap kali mereka mengingat sebuah peristiwa.
Psikolog Inggris Sir Frederic Bartlett melalui bukunya, Remembering, menyebut proses mengingat sebagai sebuah imaginative reconstruction. Buah pemikiran ini menjelaskan bahwa manusia sejatinya tidak hanya menghidupkan kembali kenangan masa lalu secara utuh, melainkan menyusun kembali ingatan tersebut menggunakan pengetahuan, keyakinan, dan konteks pada saat mereka mengingatnya.
Artinya, masa lalu yang dikenang oleh manusia sebetulnya belum tentu identik dengan realitas yang benar-benar pernah terjadi. Ada bagian yang hilang. Ada babak yang diromantisasi. Ada kisah yang direduksi. Ada frame yang disunting, baik secara sengaja maupun tidak.
Fenomena ini menjadi salah satu wilayah paling menarik dalam psikologi memori. Semakin manusia berusaha mengingat sebuah peristiwa atau sosok tertentu, semakin besar kemungkinan mereka merekayasa atau menulis ulang kisah tersebut di dalam otaknya.
Manga Goodbye, Eri karya mangaka Tatsuki Fujimoto berhasil menggambarkan fenomena ini dengan begitu singkat, padat, dan meledak.
Tak hanya bercerita soal pembuatan film amatir mengenai kehilangan dan kematian, Goodbye, Eri seolah mengajak pembacanya masuk ke dalam satu perenungan yang cukup gelap:
Apakah manusia harus terus-menerus memfabrikasi memori hanya demi memiliki alasan untuk melanjutkan kehidupan?
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022