Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 Juli 2026 | 04.25 WIB

Bahasa Sunyi 'Gon' di Tengah Dunia yang Terlalu Banyak Bicara

Gon. (Istimewa) - Image

Gon. (Istimewa)

JawaPos.com – Tidak berlebihan rasanya menyebut bahwa era digital dan media sosial telah menjadi tonggak sejarah ketika untuk pertama kalinya manusia memproduksi begitu banyak kata.

Miliaran opini, jutaan status, ribuan perdebatan di kolom komentar, dan tak terhitung banyaknya narasi lain dihasilkan setiap hari. Setiap jam. Setiap menit.

Sadar atau tidak, manusia modern saat ini hidup di dalam sebuah ekosistem luar biasa bising yang nyaris tanpa ruang hening. Keberadaan podcast, video pendek, tutorial, hingga utas curahan hati menunjukkan bahwa hampir semua orang ingin didengar, mengomentari apa saja, dan menawarkan versinya sendiri tentang kebenaran atas nama kebebasan berpendapat.

Ironisnya, di tengah hiruk-pikuk komunikasi tersebut, manusia justru semakin sering gagal memahami satu sama lain. Filsuf Korea Selatan, Byung-Chul Han menggambarkan masyarakat modern sebagai sivilisasi yang dipenuhi keriuhan informasi dan dorongan untuk terus berkomunikasi. Akibatnya, kata-kata seolah kehilangan bobot maknanya lantaran kelewat mudah dihasilkan, direkayasa, bahkan digunakan untuk memanipulasi citra.

Fenomena tersebut secara tidak langsung juga tercermin dalam budaya populer. Manga, apa pun genrenya, hampir selalu bergantung pada dialog, monolog, narasi, dan efek suara untuk menyampaikan cerita.

Namun, di tengah lautan halaman dari ratusan ribu judul komik Jepang yang sudah terbit di dunia, terselip sebuah judul minimalis yang punya dampak maksimalis.

Bukan karena mengandung segudang quote dan dialog filosofis nan puitis yang pretensius. Sebaliknya, manga ini hadir tanpa dialog. Tanpa onomatope. Tanpa satu kalimat pun. Tanpa satu huruf pun.

Yang lebih aneh, pembacanya tetap mampu mendengar segala sesuatu yang terjadi di dalamnya. Lahir dari tangan mangaka Masashi Tanaka pada 1991, karya ini berhasil mendobrak batas serta norma manga pada umumnya dengan cara yang begitu radikal dan nyaris mustahil.

Manga tersebut berjudul Gon.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore