Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 22 Juni 2026 | 08.36 WIB

Fatamorgana Kekuatan Absolut: Menakar Ulang Maskulinitas dan Jalan Pedang Miyamoto Musashi Lewat 'Vagabond'

Miyamoto Musashi oleh mangaka Takehiko Inoue. (Istimewa) - Image

Miyamoto Musashi oleh mangaka Takehiko Inoue. (Istimewa)

JawaPos.com - Ada satu pertanyaan yang dari dulu tidak pernah memiliki jawaban pasti.

Bukan karena sulit, tetapi karena setiap orang punya definisi yang berbeda dalam mengartikannya.

"Apa artinya menjadi kuat?"

Sebagian orang mengartikannya sebagai simbol kemenangan. Yang lain mendefinisikannya sebagai dominasi dan kontrol. Ada juga yang memandangnya sebagai keberanian dalam menjalani beratnya hidup.

Banyaknya jawaban dari pertanyaan tersebut menunjukkan bahwa manusia, khususnya laki-laki, sebetulnya menjalani hidup tanpa pernah benar-benar mempertanyakan apa arti 'kuat' yang sesungguhnya.

Faktanya, selama berabad-abad, laki-laki selalu dituntut untuk menjadi sosok yang kuat. Hal ini disertai doktrin bahwa kekuatan merupakan solusi dari semua masalah. Jawaban atas semua keraguan. Kunci untuk menemukan ketenangan.

Tuntutan ini muncul dalam berbagai bentuk di beragam konteks. Di ruang kelas, di gelanggang olahraga, di arena digital, di medan perang, hingga di media sosial modern yang kian hari kian mendorong manusia untuk menjadi lebih sukses dari yang lain.

Padahal, jika mau digali sedikit lebih dalam, obsesi untuk menjadi kuat ini sebetulnya memantik pertanyaan baru: Benarkah menjadi kuat adalah tujuan utama dan jawaban dari eksistensi manusia? 

Bagaimana jika semua doktrin tadi tidak lebih dari fatamorgana?

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore