
Pluto. (Netflix)
JawaPos.com - Perang tidak serta merta berawal dari baku tembak. Ia bukan hal yang lahir tanpa tedeng aling-aling begitu saja di dalam ruang kosong.
Jauh sebelum peluru pertama melesat dari moncong senjata, perang sudah dimulai lebih dulu melalui narasi yang dirancang secara sistematis untuk memantik prahara.
Lewat pidato. Lewat berita. Lewat doktrin mulut ke mulut yang memicu ketakutan dan kegelisahan massal hingga terdengar seperti sebuah kebenaran.
Penggiringan opini publik ini akhirnya membuat masyarakat dari pihak-pihak yang berkonflik memaklumi ketika bentrokan pecah dengan begitu hebat. Semua tindak kekerasan adalah hal yang perlu dilakukan demi kejayaan.
Sebelum tank dan pasukan militer bergerak melintasi perbatasan daerah lawan, masyarakat harus lebih dulu diyakinkan bahwa ada ancaman yang harus dihancurkan.
Sebelum rudal diluncurkan dan bom dijatuhkan, publik harus lebih dulu percaya bahwa tindakan tersebut merupakan sebuah keharusan atas nama keselamatan.
Sebelum darah pertama tumpah di medan perang, harus ada musuh yang diciptakan lebih dulu untuk dibenci dan dimusnahkan.
Pola seperti ini muncul berulang kali dalam sejarah peperangan modern. Mulai dari propaganda Nazi terhadap Yahudi, siaran radio yang mengobarkan Genosida Rwanda di Afrika Timur, hingga narasi senjata biologis pemusnah massal yang digunakan untuk memvalidasi serangan Amerika Serikat ke Irak tahun 2003.
Tiga contoh tragedi bersejarah itu diawali proses yang setali tiga uang: ciptakan musuh lebih dulu, maka perang akan jadi hal yang masuk akal.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
